Ekonomi
Rupiah Melemah dari 1 menjadi 29 Poin, IHSG BEI dari Hijau ke Zona Merah

Walau melakukan start yang berbeda namun akhir nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sama-sama ditutup melemah pada perdagangan valuta dan saham, Kamis (18/12/2025)
FAKTUAL INDONESIA: Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sama-sama ditutup melemah pada perdagangan valuta dan saham, Kamis (18/12/2025), meskipun melalui perjalanan yang berbeda.
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sudah langsung melemah ketika perdagangan valuta dibuka Kamis pagi. Posisi rupiah terhadap dolar AS terus melemah hingga sore ketika penutupan perdagangan.
Sementara IHSG BEI sempat memberikan sinyal positif ketika dibuka menguat pada perdagangan saham pagi hari. Namun IHSG kemudian dari zona hijau bergerak ke zona merah hingga penutupan perdangan.
Baca Juga : Sempat Menguat, Rupiah dan IHSG BEI Melemah di Penutupan Perdagangan
Karena itu hari ini perdagangan valuta dan saham diwarnai oleh melemahnya rupiah dan IHSG sama seperti sehari sebelumnya.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, dibuka melemah tipis 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.695 dari sebelumnya Rp16.694 per dolar AS. Namun pelemahan rupiah terus bergerak naik sehingga ditutup melemah 29 poin atau 0,17 persen menjadi Rp16.723 dari sebelumnya Rp16.694 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp16.722 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.698 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Belum Bangkit, IHSG Menguat dari Pembukaan hingga Penutupan Perdagangan
IHSG Melemah 59,14 Poin
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 59,14 poin atau 0,68 persen ke posisi 8.618,19, pada penutupan perdagangan saham Kamis sore. Sementara indeks 45 saham unggulan atau LQ45 turun 0,85 poin atau 0,10 persen ke level 851,72.
Padahal sebelum terperosok masuk zona merah, IHSG sempat berada di zona hijau ketika dibuka menguat 27,78 poin atau 0,32 persen ke posisi 8.705,13. Untuk kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut dibuka menguat 4,77 poin atau sekitar 0,56 persen ke posisi 857,34.
Seperti dilansir liputan6.com, Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menilai pelemahan IHSG antara lain dipicu oleh nilai tukar rupiah yang cenderung melemah dalam beberapa hari terakhir.
Padahal, suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dipertahankan di level 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur BI, Rabu (17/12).
“Meningkatnya ketidakpastian global serta minimnya sentimen positif baru yang kuat, juga mendorong pelemahan indeks,” ujarnya.
Baca Juga : Rupiah dan IHSG Senasib, Dibuka Menguat tapi Ditutup Melemah
Dari sisi sektoral, saham-saham consumer cyclical mencatat koreksi terdalam, sementara sektor noncyclical membukukan kenaikan tipis.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan pelemahan untuk menguji area support 8.550-8.600.
Adapun pada perdagangan hari ini, saham-saham dengan penguatan terbesar antara lain JAYA, BBRM, HILL, RLCO, dan PSDN.
Sementara saham yang melemah terdalam meliputi COAL, PADI, PJHB, OPMS, dan BCIP.
Dari sisi aktivitas, frekuensi transaksi tercatat 2.755.425 kali, dengan volume perdagangan mencapai 37,94 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp23,75 triliun.
Sebanyak 252 saham menguat, 411 saham melemah, dan 138 saham stagnan. ***














