Connect with us

Ekonomi

Rupiah dan IHSG Senasib, Dibuka Menguat tapi Ditutup Melemah

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rupiah dan IHSG Senasib, Dibuka Menguat tapi Ditutup Melemah

Sama-sama kompak menguat saat pembukaan perdagangan namun melemah saat penutupan mewarnai dinamika nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) di awal pekan, Senin (15/12/2025)

FAKTUAL INDONESIA: Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan valuta dan saham awal pekan, Senin (15/12/2025), mengalami nasib yang sama. Sama-sama dibuka menguat tapi kemudian sama-sama ditutup melemah.

Nilai tukar (kurs) rupiah ketika pembukaan perdagangan Senin pagi dibuka menguat 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp16.642 dari sebelumnya Rp16.646 per dolar AS. Namun sore harinya, rupiah ditutup melemah melemah 21 poin atau 0,13 persen menjadi Rp16.667 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp16.669 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.652 per dolar AS.

Baca Juga : Rupiah Membuka Awal Pekan dengan Melemah, IHSG BEI Bangkit Menguat

Melemahnya rupiah karena tertekan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang rilis data NFP dan inflasi (CPI) AS yang menjadi penentu arah kebijakan The Fed.

Menuirut laporan indopremier.com, penguatan dolar AS terjadi meski The Fed memberi sinyal dovish, termasuk rencana pembelian obligasi jangka pendek senilai USD40 miliar per bulan, karena pasar masih menunggu konfirmasi perlambatan tenaga kerja dan inflasi AS.

Advertisement

Tekanan eksternal dan ketidakpastian global menjelang 2026, mulai dari risiko geopolitik hingga perlambatan ekonomi dunia, membuat rupiah diperkirakan masih fluktuatif dan cenderung melemah di kisaran Rp16.660-Rp16.690 per dolar AS.

Untuk kawasan Asia, rupiah melemah terhadap dolar AS bersama dolar Taiwan yang melemah 0,55% dan rupee India yang melemah 0,29%.

Seperti dilansir kontan,  mayoritas mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS sore ini. Yen Jepang menguat 0,35%, won Korea menguat 0,30%, baht Thailand menguat 0,23%, ringgit Malaysia menguat 0,18%, dolar Singapura menguat 0,12%, yuan China menguat 0,09%, dolar Hong Kong menguat 0,04% dan peso Filipina menguat 0,007% terhadap dolar AS.

Baca Juga : Rupiah Gagal Pertahankan Posisi Ketika IHSG BEI Bangkit Meyakinkan Dekati Rekor Tertinggi

Rotasi Pilihan Saham

Sementara itu IHSG BEI juga dibuka menguat 44,73 poin atau 0,52 persen ke posisi 8.705,23. Untuk kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun tipis 0,10 poin atau 0,01 persen ke posisi 848,26.

Advertisement

Tetapi pada penutupan perdagangan, IHSG melemah 10,83 poin atau 0,13 persen ke level 8.649,66. Untuk kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 justru ditutup menguat 4,5 poin atau 0,53 persen ke posisi 852,86.

Pergerakan IHSG berlangsung fluktuatif, sempat berada di teritori negatif pada awal sesi sebelum menguat, namun kembali melemah hingga penutupan. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 justru ditutup menguat 4,5 poin atau 0,53 persen ke posisi 852,86.

Ratna Lim pakar pasar saham mengatakan, pelemahan IHSG terjadi di tengah rotasi pilihan saham investor dari saham konglomerasi ke saham-saham blue chip, terutama sektor perbankan, yang sempat mendorong IHSG bergerak di zona positif.

Baca Juga : Rupiah dan IHSG BEI Hari Ini, Sama-sama Dibuka Menguat Tapi Beda Saat Penutupan

Meski demikian, tekanan eksternal dan pelemahan nilai tukar rupiah menahan penguatan lanjutan.

“Rupiah ditutup melemah di Rp16,667/dolar AS di pasar spot. Saham sektor energi mencatatkan pelemahan terbesar, sedangkan saham sektor kesehatan membukukan penguatan terbesar,” ujarnya dilansir suarasurabaya.

Advertisement

Ratna memproyeksikan IHSG ke depan akan bergerak cenderung sideways di kisaran 8.600-8.750, seiring pelaku pasar masih mencermati sentimen global dan domestik.

Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan volume transaksi 57,086 miliar saham dan nilai transaksi Rp 32,520 triliun. Frekuensi perdagangan mencapai 3.566.810 kali.

Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 340 saham menguat, 329 saham melemah, dan 132 saham stagnan. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp 15.816,522 triliun. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca