Connect with us

Ekonomi

Rupiah dan IHSG BEI Hari Ini, Sama-sama Dibuka Menguat Tapi Beda Saat Penutupan

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rupiah dan IHSG BEI Hari Ini, Sama-sama Dibuka Menguat Tapi Beda Saat Penutupan

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan valuta dan saham,Selasa (9/12/2025), sama-sama dibuka menguat namun bergerak berbeda saat sampai penutupan

FAKTUAL INDONESIA: Sama-sama mengawali perdagangan dengan posisi menguat namun berbeda dalam penutupan. Begitulah perjalanan rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (9/12/2025).

Pada perdagangan valuta, nilai tukar (kurs) rupiah yang dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mampu terus mempertahankan posisi menguat saat penutupan Selasa sore.

Kurs rupiah pada pembukaan perdagangan menguat 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp16.694 dari sebelumnya Rp16.695 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah tetap menguat pada penutupan perdagangan ketika ditutup Rp16.676 per dolar AS. Rupiah menguat 19 poin atau 0,11 persen dari sebelumnya Rp16.695 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp16.677 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.688 per dolar AS.

Advertisement

Seperti dilansir indopremier.com, rupiah menguat ditopang ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga The Fed Desember 2025, dengan probabilitas pasar 87% untuk penurunan 25 bps.

Baca Juga : Rupiah Membuka Awal Pekan dengan Melemah, IHSG BEI Bangkit Menguat

Investor menunggu data ketenagakerjaan AS (ADP & JOLTS), yang jika melemah dapat memperbesar peluang pemangkasan suku bunga dan memberi ruang apresiasi bagi rupiah.

Dari domestik, pasar mencermati lonjakan utang luar negeri jangka pendek Indonesia 2024 menjadi USD65,12 miliar (+29,1%) akibat penerbitan SRBI , dengan total ULN mencapai USD421,05 miliar.

Pengamat ekonomi, mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa sentimen utama berasal dari prospek pemangkasan suku bunga AS sebesar 25 basis poin. Pasar berjangka memperkirakan probabilitas 87% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada 10 Desember besok.

“Kondisi ini mencerminkan harapan bahwa inflasi yang lebih rendah atau data ketenagakerjaan dapat mendorong langkah tersebut,” tulis Ibrahim dalam publikasi risetnya sore ini.

Advertisement

Namun ia menambahkan, sinyal beragam dari pejabat The Fed membuat sebagian investor tetap berhati-hati karena risiko penurunan yang lebih gradual atau tertunda masih terbuka.

Baca Juga : Rupiah Selamat dan IHSG Tergelincir pada Penutupan Perdagangan Akhir Pekan

Kisaran Terendah IHSG

Sedangkan IHSG yang dibuka menguat  namun kemudian bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan.

Dilansir Beritasatu.com, IHSG pada penutupan perdagangan Selasa (9/12/2025) melemah 53,515 poin atau 0,61% ke level 8.657 setelah sempat dibuka di posisi 8.743.

Sepanjang sesi, IHSG bergerak pada kisaran terendah 8.626 hingga tertinggi 8.749. Level tertinggi merupakan rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH).

Advertisement

Total volume transaksi mencapai 54,207 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp 26,173 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 15.939 triliun dari 3.115.983 frekuensi transaksi. Sebanyak 250 saham ditutup menguat, sementara 432 saham melemah dan 119 saham tidak mengalami perubahan harga.

Beberapa sektor masih mencatat penguatan, dengan sektor teknologi memimpin kenaikan sebesar 1,53%, disusul sektor infrastruktur 1,38% dan sektor kesehatan 0,84%.

Pada sisi lain, tekanan jual membebani sektor barang baku yang turun 1,62%, diikuti sektor properti 0,98%, sektor energi 0,57%, sektor barang konsumen primer 0,55%, serta sektor barang konsumen non-primer 0,38%.

Baca Juga : Rupiah Makin Melemah, IHSG BEI Bangkit

Sektor keuangan juga melemah 0,37%, sektor transportasi 0,34%, dan sektor perindustrian 0,25%.

Beberapa saham mencatat lonjakan signifikan, seperti PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) yang naik 34,97% ke Rp 193, PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) meningkat 34,02% ke Rp 130, dan PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) yang melonjak 25% ke Rp 1.675.

Advertisement

Saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) turut naik 25% ke Rp 775, sedangkan PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) menguat 24,87% ke Rp 1.205.

Sementara itu, sejumlah saham mengalami penurunan tajam, termasuk PT Golden Flower Tbk (POLU) yang melemah 14,98% ke Rp 21.850, PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) turun 10,23% ke Rp 79, dan PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) jatuh 10,17% ke Rp 530.

Selain itu, PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) terkoreksi 9,89% ke Rp 82 dan PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) melemah 9,85% ke Rp 119. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement