Connect with us

Ekonomi

Pasar Keuangan Memerah: Rupiah dan IHSG Kompak Loyo di Hari Selasa

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Pasar Keuangan Memerah: Rupiah dan IHSG Kompak Loyo di Hari Selasa

Bak kompak sedang tidak bertenaga, nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sama-sama tergelincir ke zona merah, Selasa (24/2/2026), tertekan oleh kombinasi data ekonomi Amerika Serikat yang perkasa dan ketegangan geopolitik global.

FAKTUAL INDONESIA: Awan mendung menyelimuti pasar keuangan domestik pada perdagangan Selasa (24/2/2026). Bak kompak sedang tidak bertenaga, nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sama-sama tergelincir ke zona merah, tertekan oleh kombinasi data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang perkasa dan ketegangan geopolitik global.

Baca Juga : Rupiah Melejit Cetak Rekor, IHSG BEI Berpesta

Rupiah Terdepresiasi 27 Poin

Mata uang Garuda harus merelakan penguatannya setelah dolar AS kembali menunjukkan taringnya. Rupiah ditutup melemah 27 poin (0,16%) ke level Rp16.829 per dolar AS.

Pelemahan ini dipicu oleh rilis data manufaktur dan aktivitas ekonomi AS yang lebih solid dari ekspektasi pasar. Selain itu, sentimen negatif datang dari eskalasi ketegangan antara AS dan Iran terkait isu nuklir, yang membuat investor lebih memilih memegang dolar sebagai aset aman (safe haven).

Baca Juga :  Jumat, Rupiah Menggeliat Menghijau, IHSG Terseret Memerah di Akhir Pekan

Kabar dari Dalam Negeri

Advertisement

Meski Rupiah melemah, Bank Indonesia (BI) tetap pasang badan. Dalam kebijakan terbaru, BI masih mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75%. Langkah ini diambil sebagai strategi “benteng” untuk menstabilkan nilai tukar di tengah badai ketidakpastian global.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ikut merasakan getaran pasar dengan ditutup di zona merah pada level 8.376, setelah sempat dibuka menguat pada pagi hari.

“Pelemahan ini diperkirakan masih dalam batas wajar dan bersifat terbatas. Selama fundamental ekonomi domestik seperti surplus neraca perdagangan tetap terjaga, Rupiah diprediksi akan kembali menemukan pijakannya dalam beberapa hari ke depan.”

Baca Juga :  IHSG Memerah, Rupiah Masih Loyo Makin Dekati Rp17.000 Perdolar Amerika Serikat

IHSG Anjlok

Kondisi di lantai bursa tak jauh beda. IHSG yang sempat mencicipi level tertinggi harian di 8.437 pada pagi hari, justru harus menyerah dan terjun bebas di akhir sesi. IHSG ditutup anjlok 1,37% (115,25 poin) ke level 8.280,83.

Advertisement

Berikut adalah detail “kebakaran” di bursa hari ini:

  • Sektor Energi: Menjadi yang paling menderita dengan koreksi tajam hingga 3,50%.
  • Aksi Jual Masif: Sebanyak 567 saham memerah, sementara hanya 153 saham yang mampu bertahan di zona hijau.
  • Penyelamat: Sektor Keuangan menjadi satu-satunya yang tumbuh positif (+1,02%), menahan indeks agar tidak jatuh lebih dalam.

Meski mayoritas sektor memerah, sektor Keuangan tampil sebagai pahlawan yang menahan IHSG agar tidak jatuh lebih dalam. Sektor ini berhasil menguat 1,02%, didorong oleh aksi beli pada saham-saham perbankan besar (big caps) yang dianggap masih memiliki fundamental kokoh di tengah badai.

Secara keseluruhan, tercatat sebanyak 567 saham melemah, sementara hanya 153 saham yang menguat. Total nilai transaksi hari ini tergolong jumbo, mencapai Rp29,4 triliun, mencerminkan betapa agresifnya perdagangan di lantai bursa hari ini.

Baca Juga :  IHSG Terbang Pasca – Imlek, Rupiah Terpeleset Tertekan Ketegangan Selat Hormuz

Kenapa Hari Ini Begitu Berat?

Para analis menilai ada tiga faktor utama yang menjegal pasar kita hari ini:

  • Solidnya Ekonomi AS: Membuat harapan akan pemangkasan suku bunga global kembali menjauh.
  • Ketidakpastian Tarif Dagang: Kebijakan perdagangan global yang masih abu-abu membuat aliran modal asing tertahan.
  • Aksi Profit Taking: Setelah menguat di awal minggu, banyak investor domestik memilih untuk mencairkan keuntungan (take profit), terutama pada saham-saham komoditas.

Rangkuman Angka (24 Feb 2026):

Kurs Rupiah: Rp16.829 (-0,16%)

Advertisement

IHSG: 8.280,83 (-1,37%)

Nilai Transaksi Bursa: Rp29,4 Triliun. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement