Nasional
Terbaru: Gunung Semeru Erupsi dari Tak Teramati Hingga Letusan Kolom Abu 600 Meter

Gunung Semeru di Jawa Timur teramati erupsi Senin (9/3/2026) pukul 06.43 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 4276 m di atas permukaan laut). (Magma)
FAKTUAL INDONESIA: Gunung Semeru di Jawa Timur dalam aktivitas terbaru teramati erupsi Senin (9/3/2026) pukul 06.43 WIB dengan lontaran kolom abu setinggi 600 meter di atas puncak. Berdasarkan laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, sampai pukul 06.43 itu, Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, tercatat lima kali erupsi. Sebelumnya Gunung Semeru juga erupsi pukul 05.42, 05.30, 03.40, dan 00.21 WIB.
Namun dari serangkaian erupsi itu hanya yang terjadi pukul 06.43 visual letusan Gunung Semeru teramati.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Senin, 09 Maret 2026, pukul 06:43 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 4276 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 128 detik,” tulis petugas PVMBG, Sigit Rian Alfian seperti dilansir laman magma.esdm, Senin.
Mengingat aktivitas Gunung Semeru yang berstatus Siaga maka PVMBG mengeluarkan rekomendasi:
- Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
- Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
- Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***














