Ekonomi
IIMS 2026: Menperin AGK Siap “Gas Pol” untuk Industri Otomotif, Targetkan Penjualan 850 Ribu Unit

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) berharap penyelenggaraan IIMS 2026 dapat menjadi katalis penting mempercepat pemulihan sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan industri otomotif nasional. (Kemenperin)
FAKTUAL INDONESIA: Gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 resmi menjadi panggung besar bagi masa depan otomotif tanah air. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar pameran, melainkan mesin penggerak strategis untuk mempercepat pemulihan dan transformasi industri otomotif nasional yang lebih hijau dan kompetitif.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) menyampaikan optimisme besarnya terhadap performa manufaktur Indonesia yang terus tumbuh di atas rata-rata ekonomi nasional.
Baca Juga : Belum Punya Acara Weekend? Yuk, Lihat Raisa dan Sheila On7 di IIMS 2026
“Sektor industri manufaktur kita terus menunjukkan kinerja positif sebagai penggerak utama ekonomi nasional. Ini adalah modal kuat bagi kita untuk terus melaju,” ujar Menperin dalam keterangannya, Kamis (5/2).
Otomotif Tulang Punggung
Bukan tanpa alasan otomotif menjadi perhatian utama. Sepanjang tahun 2025, sektor industri pengolahan non-migas tumbuh 5,17%, menyumbang lebih dari 17% terhadap PDB nasional. Di balik angka tersebut, sektor otomotif berdiri tegak dengan 41 pabrikan mobil dengan kapasitas 2,59 juta unit per tahun, 82 pabrikan roda dua dengan kapasitas jumbo 11,2 juta unit per tahun,
Baca Juga : Target 4 Besar Dunia: Menperin AGK Ungkap Strategi “Naik Kelas” Industri Keramik Nasional di Era Asta Cita
investasi Rp194,22 triliun yang menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja langsung.
Meski Indonesia memimpin penjualan kendaraan di ASEAN, Menperin AGK mengingatkan adanya potensi pasar yang masih sangat luas. Dengan rasio kepemilikan mobil yang baru mencapai 99 unit per 1.000 penduduk—jauh di bawah Malaysia dan Singapura—Indonesia adalah “raksasa yang sedang bangun” di pasar domestik.
Salah satu sorotan utama di tahun 2026 adalah pergeseran gaya hidup masyarakat menuju kendaraan ramah lingkungan. Data tahun 2025 menunjukkan tren yang luar biasa:
- Mobil Listrik (BEV): Melonjak drastis dari 43 ribu unit menjadi hampir 104 ribu unit.
- Mobil Hybrid: Tumbuh stabil sebesar 15%.
- Total Kendaraan Elektrifikasi: Mencapai 21,8% dari total penjualan nasional.
Baca Juga : Menperin AGK Tegaskan SDM yang Kompeten Salah Satu Penggerak Utama Meningkatkan Daya Saing Industri Nasional
Pemerintah pun tak main-main dalam membangun ekosistem ini. Dari hulu ke hilir, mulai dari pabrik sel baterai hingga proyek terintegrasi senilai USD 5,9 miliar, semuanya disiapkan agar Indonesia bukan hanya menjadi pasar, tapi juga pemain utama dunia dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik.
Setelah menghadapi dinamika daya beli di tahun 2025, industri otomotif diprediksi akan mengalami stabilisasi pada 2026. Penjualan mobil nasional diproyeksikan mencapai 850.000 unit, atau naik sekitar 5,4% dari tahun sebelumnya.
Kekuatan ekspor Indonesia juga tetap “moncer”. Dengan pengiriman lebih dari 518 ribu unit kendaraan utuh (CBU) ke luar negeri, daya saing basis produksi otomotif Indonesia di mata global terbukti masih sangat tangguh.
Baca Juga : Menperin AGK: Industri Pengolahan Susu Nasional Harus Mampu Menjawab Kebutuhan Program MBG
IIMS Sebagai Katalisator
Menperin AGK berharap IIMS 2026 menjadi titik balik untuk memperkuat kepercayaan konsumen. Bukan hanya tempat melihat mobil baru, tapi juga ruang edukasi untuk mempercepat adopsi teknologi hijau.
“Kami berharap IIMS 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkuat kepercayaan konsumen, memperluas adopsi kendaraan ramah lingkungan, serta menstimulasi investasi dan inovasi baru di sektor otomotif,” tutup AGK. ***














