Ekonomi
Raih 12 Penghargaan, Indonesia Berharap ATF 2027 Makin Perkuat Kolaborasi dan Konektivitas Pariwisata ASEAN

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana bersama para Menpar negara Asia Tenggara dan para peraih penghargaan dari Indonesia pada ASEAN Tourism Forum (ATF) tahun 2026 yang berlangsung di Cebu, Filipina, 27 – 31 Januari 2026. (Kemenpar)
FAKTUAL INDONESIA: Indonesia berharap ASEAN Tourism Forum (ATF) tahun 2027 yang akan berlangsung di Singapura dapat terselenggara dengan baik serta semakin memperkuat kolaborasi dan konektivitas pariwisata antar negara ASEAN.
Baca Juga : Menparekraf Sandiaga Uno: ATF 2023 Sepakati Perkuatan Langkah Strategis Implementasikan Strategi Pariwisata ASEAN
Harapan tersebut disampaikan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam penutupan ASEAN Tourism Forum (ATF) tahun 2026 yang berlangsung di Cebu, Filipina, 27 – 31 Januari 2026. Pada penutupan itu dilaksanakan prosesi handover tuan rumah dari Filipina kepada Singapura sebagai bagian dari kesiapan Singapura menjadi tuan rumah ASEAN Tourism Forum 2027.
Pada ATF 2026 Indonesia meraih 12 penghargaan ASEAN Tourism Standards Award 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen Indonesia dalam mendorong praktik pariwisata yang berkelanjutan, berkualitas, dan berdaya saing di tingkat kawasan.
Baca Juga : Wamenpar Ni Luh Puspa Nyatakan Program Inisiatif ASEANTA Berpotensi Perkuat Pariwisata Asia Tenggara
Adapun 12 penghargaan ASEAN Tourism Standards Award yang ditaih Indonesia meliputi:
- ASEAN Green Hotel Award (AGH)
- Mandarin Oriental Jakarta
- Hotel Borobudur Jakarta
- AYANA Resort Bali
- Novotel Suites Yogyakarta Malioboro
- THE 101 Yogyakarta Tugu
- ASEAN Clean Tourist City Award (ACTC)
- Kota Malang
- Kota Surakarta
- Kota Bukittinggi
- Kabupaten Gianyar
- Kota Tomohon
- ASEAN Sustainable Tourism Award (ASTA)
- Urban Category: Bogor Botanical Gardens
- Rural Category: Tenun Sumba Prai Ijing
“Indonesia meyakini bahwa melalui semangat persatuan, kolaborasi lintas negara, serta keterlibatan mitra dan sektor swasta, pariwisata ASEAN akan menjadi pilar penting pertumbuhan ekonomi kawasan sekaligus jembatan persahabatan antarbangsa,” kata Menpar Widiyanti tentang pelaksanaan ATF 2027 di Singapura.
Baca Juga : Wamenpar Ni Luh Tegaskan Pemandu Wisata Berperan Sebagai Wajah dan Duta Pariwisata
Indonesia berpartisipasi aktif dalam rangkaian pertemuan regional dan bilateral selama ATF 2026, antara lain: The 29th Meeting of ASEAN Tourism Ministers, The 25th Meeting of ASEAN Plus Three (China, Japan, and Republic of Korea) Tourism Ministers, The 13th Meeting of ASEAN–India Tourism Ministers, serta The 5th Meeting of ASEAN–Russian Federation Tourism Ministers.
Rangkaian pertemuan tersebut didahului oleh The 63rd Meeting of the ASEAN National Tourism Organisations (NTOs) dan pertemuan pejabat senior dengan Dialogue Partners. Pertemuan mencatat capaian substantif implementasi ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016–2025, yang telah memperkuat posisi ASEAN sebagai destinasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.
Para Menteri menegaskan pentingnya implementasi ASEAN Tourism Sectoral Plan 2026–2030 (ATSP 2026–2030) dan ASEAN Tourism Marketing Strategy 2026–2030 (ATMS 2026–2030) sebagai panduan aksi kolektif ke depan, untuk memperkuat branding dan narasi kawasan serta meningkatkan visibilitas ASEAN di tingkat global.
Baca Juga : Diskusi Menarik Tentang Pariwisata Di Sulut
Adapun Joint Media Statement yang telah disepakati dan diadopsi bersama pada ASEAN Tourism Forum 2026 telah dirilis oleh Panitia ATF 2026 dan Sekretariat ASEAN.
ATF TRAVEX 2026
Sebagai bagian dari ATF 2026, Indonesia juga memperkuat perannya melalui partisipasi pada ASEAN Travel Exchange (ATF TRAVEX) 2026, salah satu bursa pariwisata business-to-business (B2B) utama di kawasan ASEAN yang berlangsung pada 28–30 Januari 2026 di Mactan Expo Center, Cebu, Filipina.
Baca Juga : Kuliah Umum Wamenpar Ni Luh Puspa Bersama Poltekpar, Pengembangan Gastronomi Harus Terintegrasi dengan Strategi Besar Pariwisata Nasional
Indonesia menghadirkan Paviliun Wonderful Indonesia dengan tema “Go Beyond Ordinary”, hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila, serta mitra industri sebagai co-exhibitor. Sebanyak sembilan pelaku industri yang mewakili agen perjalanan, tour operator, dan hotel-hotel terkemuka mempromosikan beragam produk wisata unggulan dari 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Pariwisata Regeneratif.
Sejalan dengan tren perjalanan di kawasan ASEAN, Indonesia menonjolkan portofolio experience-led tourism, termasuk wisata bahari, kebugaran (wellness), gastronomi, perjalanan premium, serta wisata ramah Muslim (Muslim-friendly tourism). Sepanjang penyelenggaraan ATF TRAVEX 2026, tercatat potensi penjualan sebesar 10.450 pax paket wisata dengan nilai transaksi mencapai USD 3.277.123 atau setara IDR 55 miliar. ***














