Lapsus
DKI Raih Peringkat Kedua, Kerja Keras Tak Mengurangi Hasil

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan seragam kontingen. (ist)
FAKTUAL-INDONESIA: Meski belum berhasil penuhi target jadi juara umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, tapi Kontingen DKI Jakarta tampil luar biasa pada ‘tikungan terakhir’ sukses mendahului Jawa Timur untuk merebut runner up juara umum di bawah Jawa Barat yang tampil perkasa hingga keluar sebagai juara umum.
Anies memang memimpikan bisa mengantarkan DKI Jakarta di PON XX meraih juara umum untuk ke-12 kalinya sepanjang perhelatan PON. Tapi apa daya, kontingen Ibukota akhirnya harus puas berada di peringkat kedua.
“Insya Allah, pada PON kali ini, kita akan berhasil kembali sebagai juara umum. Hal ini karena, DKI Jakarta dari 20 kali PON, Jakarta 11 kali mampu raih juara umum, dan Insya Allah, habis ini 12 kali juara umum,” kata Anies ketika melepas kontingen Ibukota ke Papua.
Ketika itu Anies mengatakan, semangat untuk merebut kembali juara umum harus dibawa kontingen DKI Jakarta karena pada 2016, DKI Jakarta hanya meraih peringkat ketiga.
Adapun Jakarta terakhir kali meraih juara umum pada PON XVIII tahun 2012. “Kalau melihat statistiknya, perolehan DKI Jakarta di tahun-tahun sebelumnya, kita bisa berada di papan atas, hanya 2016 saja kita kemarin belum juara umum,” ucap Anies kala melepas Kontingen Jakarta.
Kontingen DKI Jakarta menduduki peringkat kedua dalam penyelenggaraan PON XX Papua yang ditutup Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin. Kontingen DKI Jakarta meraih total 301 medali, terdiri dari 111 medali emas, 91 medali perak, dan 99 medali perunggu. Perolehan medali DKI Jakarta itu berhasil unggul hanya dengan satu medali emas dari Jawa Timur yang meraih 287 medali dengan 110 medali emas, 89 perak, dan 88 perunggu. Sedangkan Jawa Barat berhasil mempertahankan gelar juara umum dengan 353 keping medali, terdiri dari 133 emas, 105 perak, dan 115 perunggu.
“Kontingen PON DKI Jakarta memang belum berhasil merebut juara umum di PON XX Papua. Tapi saya mengapresiasi perjuangan seluruh atlet selama bertanding di Papua. Saya juga berterima kasih kepada seluruh official dan segenap pengurus cabor yang telah mempersiapkan segala sesuatunya, baik dalam masa persiapan, keberangkatan hingga kepulangan dari Papua,” kata Gubernur Anies. “Kerja keras selama ini tak mengurangi hasil yang kita capai di PON XX Papua. Saya berpesan tetaplah berlatih dengan keras dan disiplin, karena di depan banyak event olahraga yang juga menuntut untuk kita dapat meraih prestasi untuk mengharumkan Indonesia,” sambung Anies.
Taat Prokes Lakukan Isolasi
Kontingen PON DKI Jakarta yang baru saja pulang dari mengikuti PON XX/2021 Papua, tidak langsung bisa kembali ke rumah masing-masing untuk mengobati rindu dengan sanak saudara yang telah lama ditinggal. Mereka, tanpa kecuali harus mengikuti karantina selama lima hari.
Program ini adalah sebagai tindak lanjut dari surat edaran Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 per tanggal 13 Oktober 2021. Karenanya, begitu turun di pesawat seluruh anggota kontingen mulai dari atlet, pelatih, dan official usai penyambutan langsung naik bus menuju tempat karantina.
Sejumlah hotel yang sudah disiapkan untuk tempat karantina. Di antaranya Hotel Grand Cempaka yang berlokasi di Cempaka Putih, RCC Hotel di Kemayoran, dan RCC Hotel di Cempaka Putih Jl R Soprapto Jakarta Pusat.
Ketua Kontingen PON DKI Jakarta Hidayat Humaid, mengatakan karantina ini dilakukan sebagai bentuk ketaatan kontingen DKI terhadap peraturan yang dibuat pemerintah maupun Satuan Tugas Covid-19. Karena ini protap protokol kesehatan, harus dituruti.
“Apa yang diwajibkan kepada kita untuk menjalani karantina tujuannya baik. Untuk menjaga dan antisipasi mana tau ada diantara kita yang terpapar tapi tidak terdeteksi. Atau OTG-lah begitu, jangan sampai nanti keluarga kita di rumah yang menjadi korban,” ucap Hidayat Humaid.
Wakil Ketua Umum KONI DKI Jakarta ini mengharapkan, semua anggota yang mengikuti karantina menerima kebijakan ini dengan hati yang ikhlas. Dan menjalani masa karantina sesuai aturan yang tertuang dalam surat edaran Satgas Covid-19. Ini demi aman agar tak terpapar Covid-19 karena pandemi belum rampung hingga sekarang ini.














