Connect with us

Nasional

Sambut Ramadan dan Idulfitri, Menag Nasaruddin Ingatkan Esensi Agama Mencintai Sesama, Bantukah Anak Cucu Adam

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Sambut Ramadan dan Idulfitri, Menag Nasaruddin Ingatkan Esensi Agama Mencintai Sesama, Bantukah Anak Cucu Adam

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar saat memberikan Pembinaan ASN di Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, Senin (9/2/2026). (Kemenag)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar mengingatkan bahwa esensi agama adalah mencintai sesama. Prinsip kemanusiaan universal (humanity) menjadi fondasi dalam memberikan bantuan sosial, terutama di bulan suci.

“Jangan melihat agamanya orang yang kehausan dan kelaparan. Artinya agama apapun yang sedang kelaparan itu, beri makan. Allah memuliakan anak cucu Adam, Tuhan tidak mengatakan memuliakan orang Islam (saja), tidak. Siapapun merasa anak cucu Adam, apapun agamanya, etniknya, warna kulitnya, beri bantuan,” kata Menag Nasaruddin saat memaparkan langkah praktis Kementerian Agama dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Baca Juga : Pemprov dan APPBI Genjot Transaksi Imlek–Ramadan, Targetkan Rp10 Triliun di 98 Mal Jakarta

Nasaruddin  mengajak umat beragama untuk saling menghargai ruang publik, termasuk mengimbau pemilik pusat perbelanjaan untuk memfasilitasi kebutuhan ibadah dengan layak dan menciptakan suasana yang sejuk bagi mereka yang berpuasa.

“Saya mohon kepada pimpinan umat beragama, mari kita bersosialisasi untuk hal yang positif. Jadikan agama itu sebagai motivasi untuk mencintai orang sekalipun berbeda-beda agama. Itulah orang yang beragama yang sejati,” ujarnya.

Baca Juga : Jelang Ramadan, Pemerintah Tetapkan Aturan Belajar di Sekolah

Nasarussin menekankan bahwa Ramadan harus menjadi momentum penguatan ibadah yang dibarengi dengan empati dan solidaritas sosial lintas unsur masyarakat. Dia  minta seluruh jajaran Kemenag menggerakkan rumah ibadah, khususnya masjid di jalur mudik, untuk menjadi oase kemanusiaan yang memberikan kenyamanan bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang.

Advertisement

“Kami mengimbau daerah-daerah yang dilawati para pemudik, ada sekitar 6 ribu masjid di seluruh Indonesia itu supaya nanti hari-hari tertentu, baik itu hari mudik nasional, ataupun mudik keagamaan, itu dibuka,” terang Nasaruddin saat memberikan Pembinaan ASN di Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, Senin (9/2/2026),

Baca Juga : Menag Nasaruddin Tegaskan Ramadan Harus Tetap Menjadi Ruang Penguatan Spiritual Masyarakat Meskipun Sedang Menghadapi Bencana

“Bahkan kalau perlu pada mudik Lebaran nanti, para pengurus masjid itu bukan saja membuka pintunya tetapi memberikan buka puasa terhadap jamaah yang mungkin mampir,” sambungnya.

Pembinaan ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Sulsel ini dihadiri jajaran pimpinan ASN, dan tokoh agama lintas Iman. Hadir mendampingi Menag, Kakanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid.

Menutup arahan, Menag berharap Sulawesi Selatan dapat menjadi percontohan nasional dalam mengawinkan kearifan lokal dengan nilai-nilai universal agama. Beliau mengajak seluruh pihak untuk mewujudkan kebenaran agama dengan cara-cara yang santun dan penuh kasih sayang demi menjaga wibawa agama itu sendiri di mata dunia. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement