Connect with us

Ekonomi

Rupiah dan IHSG BEI Sempat Bangkit namun Kembali Sama-sama Melemah pada Penutupan Perdagangan

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Rupiah dan IHSG BEI Sempat Bangkit namun Kembali Sama-sama Melemah pada Penutupan Perdagangan

Masih seperti sehari sebelumnya, nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sama-sama ditutup melemah pada perdagangan Selasa (14/10/2025)

FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat memberikan harapan akan bangkit setelah sama-sama dibuka menguat pada pembukaan perdagangan Selasa (14/10/2025) pagi.

Namun harapan itu sirna setelah dalam penutupan perdagangan Selasa sore, kurs rupiah dan IHSG BEI sama-sama ditutup melemah.

Melemahnya kurs rupiah dan IHSG BEI mengulang kondisi sehari sebelumnya, Senin, ketika kompak menguat di pembukaan namun melemah ketika penutupan perdagangan.

Baca Juga : Rupiah dan IHSG BEI Kompak Sama-sama Dibuka dan Ditutup Melemah

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa sore melemah sebesar 30 poin atau 0,18 persen menjadi Rp16.603 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.573 per dolar AS.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru menguat ke level Rp16.577 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.580 per dolar AS.

Advertisement

Padahal pagi harinya nilai tukar rupiah sempat menguat sebesar 10 poin atau 0,06 persen menjadi Rp16.563 per dolar Amerika Serikat (AS) dari sebelumnya Rp16.573 per dolar AS.

IHSG Melemah 160,68 Poin

Baca Juga : Rupiah Melemah namun IHSG BEI Menguat dalam Penutupan Perdagangan Akhir Pekan

Dibuka menguat, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

IHSG ditutup melemah 160,68 poin atau 1,95 persen ke posisi 8.066,52. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 16,13 poin atau 2,05 persen ke posisi 771,89.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor properti yang menguat sebesar 0,03 persen.

Advertisement

Sedangkan sepuluh sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 3,93 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 3,35 persen dan 2,90 persen.

Baca Juga : Penutupan Perdagangan 1 Oktober, Rupiah Terdongkrak Menguat tapi IHSG BEI Melemah

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TOSK, MBTO, PURI, MRAT dan SOSS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MOLI, JARR, BBSI, CBRE dan COCO.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.252.828 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 48,25 miliar lembar saham senilai Rp32,01 triliun. Sebanyak 138 saham naik, 583 saham menurun, dan 84 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 1.289,30 poin atau 2,68 persen ke 46.799,50, indeks Shanghai melemah 24,27 poin atau 0,62 persen ke 3.865,23, indeks Hang Seng melemah 448,13 poin atau 1,73 persen ke posisi 25,441,35, dan indeks Straits Times melemah 35,32 poin atau 0,80 persen ke 4.354,52. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement