Ekonomi
Penutupan Perdagangan 1 Oktober, Rupiah Terdongkrak Menguat tapi IHSG BEI Melemah

Nilai tukar (kurs) rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah pada penutupan perdagangan awal Oktober, Rabu (1/10/2025)
FAKTUAL INDONESIA: Penutupan perdagangan di awal bulan, 1 Oktober 2025, ditandai dengan terdongkranya nilai tukar (kurs) rupiah namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Rabu sore menguat sebesar 30 poin atau terdongkrak 0,18 persen menjadi Rp16.635 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.665 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini turut menguat ke level Rp16.680 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.692 per dolar AS.
Baca Juga : Sama-sama Menguat, Rupiah 11 Poin dan IHSG BEI pada Penutupan Perdagangan Jumat
Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 17,24 atau 0,21 persen ke posisi 8.043,82. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 9,49 poin atau 1,20 persen ke posisi 784,49.
Padahal saat pembukaan IHSG menguat namun kemudian bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang menguat sebesar 4,93 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor energi yang masing-masing naik sebesar 1,39 persen dan 0,73 persen.
Sedangkan enam sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 0,99 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor properti yang masing-masing turun sebesar 0,80 persen dan 0,46 persen.
Baca Juga : Rupiah dan IHSG Melemah pada Penutupan Perdagangan Kamis Sore
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu UFOE, ASLI, TFAS, ESTA, dan BAJA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni PNSE, PGLI, GTRA, ARGO, dan UDNG.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.840.277 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 59,47 miliar lembar saham senilai Rp23,98 triliun. Sebanyak 289 saham naik, 378 saham menurun, dan 130 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 376,63 poin atau 0,84 persen ke 44.556,00, indeks Hang Seng menguat 232,68 poin atau 0,87 persen ke 26.855,56, indeks Shanghai menguat 20,25 poin atau 0,52 persen ke 3.882,78, dan indeks Strait Times menguat 17,41 poin atau 0,40 persen ke 4.317,57. ***














