Connect with us

Ekonomi

Sama-sama Menguat, Rupiah 11 Poin dan IHSG BEI pada Penutupan Perdagangan Jumat

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Sama-sama Menguat, Rupiah 11 Poin dan IHSG BEI pada Penutupan Perdagangan Jumat

Kompak sama-sama menguat nilai tukar (kurs) rupiah dan dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Jumat (26/9/2025)

FAKTUAL INDONESIA: Nilai tukar (kurs) rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sama-sama ditutup menguat pada penutupan perdagangan Jumat (26/9/2025) sore.

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Jumat sore menguat sebesar 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp16.738 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.749 per dolar AS.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru melemah ke level Rp16.775 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.752 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan, penguatan nilai tukar (kurs) rupiah dipicu aksi teknikal pasar.

Baca Juga : Rupiah dan IHSG Melemah pada Penutupan Perdagangan Kamis Sore

“Belum ada info publik mengonfirmasi apa faktor spesifik mendorong rupiah menguat penutupan hari ini. Meskipun demikian, penguatan tipis ini bisa dipicu aksi teknikal pasar (ambil untung atas dolar yang sebelumnya menguat), serta sinyal kesiapan BI untuk intervensi yang mungkin meredam pelemahan lebih lanjut,” ujarnya kepada ANTARA, Jakarta, Jumat.

Advertisement

Pelemahan Bursa Kawasan Asia

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat sore ditutup menguat di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 58,67 poin atau 0,73 persen ke posisi 8.099,33. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 6,91 poin atau 0,87 persen ke posisi 802,61.

Baca Juga : Lho, Rupiah Kenapa Melemah sedangkan IHSG BEI Ditutup Menguat?

“Pada pekan depan, dari domestik investor akan mencermati indeks manufacturing Indonesia, neraca perdagangan, serta data inflasi,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dari mancanegara, pelaku pasar akan menantikan data manufaktur Amerika Serikat (AS), sektor jasa, serta data pasar tenaga kerja seperti ADP Employment, nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran.

Advertisement

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang menguat sebesar 2,64 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor industri yang masing- masing naik sebesar 1,65 persen dan 1,50 persen.

Baca Juga : Masih Kompak, Rupiah dan IHSG BEI Ditutup Melemah pada Perdagangan Akhir Pekan

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu TOSK, KOKA, FAST, HERO dan MBA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SKBM, LIVE, FISH, ISAP dan SPRE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.164.487 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 41,97 miliar lembar saham senilai Rp21,41 triliun. Sebanyak 337 saham naik, 310 saham menurun, dan 152 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 364,93 poin atau 0,80 persen ke 45.390,00, indeks Shanghai melemah 25,20 poin atau 0,65 persen ke 3.828,11, indeks Hang Seng melemah 356,48 persen atau 1,335 poin ke posisi 26,128,20, dan indeks Straits Times melemah 7,88 poin atau 0,18 persen ke 4.265,98. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement