Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Selasa 4 Agustus 2026: Rebound Melonjak ke Level 6.319, Masih Ada Ruang Penguatan

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menguat dan menguat sejak pembukaan hingga penutupan untuk mencatat rebound melonjak ke level tertinggi, Selasa (4/8/2026). (Foto: Istimewa)

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) terus menguat dan menguat sejak pembukaan hingga penutupan untuk mencatat rebound melonjak ke level tertinggi, Selasa (4/8/2026). (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Pasar saham Indonesia mencatatkan kinerja gemilang dengan sehingga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) rebound melonjak ke level tertinggi, Selasa (4/8/2026).

Pergerakan IHSG terus menguat dan menguat sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan.

IHSG langsung masuk zona hijau saat pembukaan ketika dibuka menguat 20,28 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.254,78.

IHSG kemudian betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Aksi beli masif oleh para pelaku pasar berhasil mendorong IHSG melaju konsisten di zona hijau hingga penutupan sesi II, berjarak dari titik terendahnya harian di level 6.234.

Advertisement

Pada penutupan perdagangan Selasa  sore IHSG melesat pesat dengan menguat 85,11 poin atau 1,37% hingga mendarat di posisi 6.319,61.

Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 saat pembukaan naik 2,27 poin atau 0,36 persen ke posisi 626,20. Ketika penutupan Indeks LQ45 naik 11,28 poin atau 1,81 persen ke posisi 635,21.

Keperkasaan IHSG seiring dengan pergerakan bursa saham regional Asia yang didominasi tren penguatan. Indeks Nikkei menguat 0,23 persen ke 63.899,00, indeks Shanghai menguat 0,33 persen ke 3.822,28, indeks Kospi menguat 1,62 persen ke 6.358,95, dan indeks Kuala Lumpur menguat 0,40 persen ke 1.732,66. Namun indeks Hang Seng melemah 0,60 persen ke 25.852,92.

Sentimen Domestik dan Global

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa, penguatan IHSG BEI dipicu oleh sentimen positif dari tingkat domestik maupun global.

Advertisement

“Bursa regional Asia bergerak menguat sejalan dengan tren positif bursa Wall Street,” ujar Nico seperti dilansir Media Indonesia, Selasa.

Dari dalam negeri, data inflasi Indonesia periode Juli 2026 secara tahunan turun ke level 2,88 persen year on year (yoy), atau terjaga dalam kisaran target sasaran Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5 plus minus 1 persen.

“Ini menunjukkan terjaganya dalam kisaran sasaran tersebut merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter, serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan pemerintah,” ujar Nico.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia periode Juni 2026 mencatatkan defisit sebesar 0,45 miliar dolar AS, atau lebih rendah dibandingkan defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.

Meskipun mengalami defisit, Nico menyebut secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia periode Januari-Juni 2026 tetap mencatatkan surplus sebesar 3,58 miliar dolar AS.

Advertisement

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia periode kuartal II-2026 pada pekan ini.

Dari mancanegara, Nico mengatakan pelaku pasar merespon positif rilis indeks manufaktur Amerika Serikat (AS), yang mana ISM Manufacturing naik dari sebelumnya 53,3 menjadi 55,6, dan merupakan kenaikan dengan laju tercepat sejak lebih dari empat tahun terakhir.

“Hal ini ditopang oleh kuatnya permintaan yang mendorong kenaikan produksi, sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar ketenagakerjaan,” ujar Nico

Di sisi lain, pelaku pasar memantau perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang mana Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa pembicaraan dengan Iran tentang pembukaan kembali Selat Hormuz tengah berlangsung, namun Iran membantah adanya negosiasi yang sedang berlangsung.

Prediksi Rabu, 5 Agustus 2026

Advertisement

Memasuki perdagangan Rabu (5/8/2026), IHSG diproyeksikan masih memiliki ruang untuk memperpanjang tren penguatan (bullish continuation). Namun, investor diimbau tetap mewaspadai potensi aksi profit taking (ambil untung) jangka pendek setelah lonjakan signifikan.

Phintraco Sekuritas menjelaskan, secara teknikal, terjadi pelebaran histogram positif MACD, disertai berlanjutnya reversal Stochastic RSI di area pivot.

“Sehingga diperkirakan IHSG akan menguji resistance di level 6.350-6.400,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Selasa.

Rentang Pergerakan Teknis:

  • Support:270 – 6.250
  • Resistance:350 – 6.380

Sentimen Penggerak Pasar:

  1. Musim Laporan Keuangan Q2: Rilis kinerja keuangan emiten semester I-2026 yang di atas ekspektasi pasar terus menjadi bahan bakar utama pergerakan saham sektoral.
  2. Historis Agustus: Secara historis, bulan Agustus kerap mencatatkan kinerja positif bagi IHSG. Optimisme investor terhadap kebijakan moneter global juga turut menopang sentimen risk-on di pasar berkembang.

Untuk itu kakukan strategi buy on weakness pada saham-saham perbankan big-cap dan properti yang masih memiliki momentum kenaikan teknis. Tetap pasang batas stop loss ketat mengingat IHSG sudah mendekati area resisten kuat psikologis di 6.350.

Ringkasan Perdagangan Selasa

Advertisement

Penguatan indeks ditopang oleh mayoritas sektor saham yang perkasa. Sektor properti (IDXPROPERT) menjadi pemimpin penguatan dengan melonjak hingga 2,72%, disusul sektor barang baku (IDXBASIC) yang naik 2,17% serta sektor transportasi (IDXTRANS) yang meroket 1,59%.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor turun yaitu sektor barang konsumen non primer yang turun sebesar 0,37 persen.

Adapun, saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu ENZO, PADA, PRDL, HDFA, dan MBTO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni BACH, TMPO, KOCI, OMRE dan JELI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.112.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,39 miliar lembar saham senilai Rp12,95 triliun. Sebanyak 420 saham naik, 234 saham menurun dan 309 tidak bergerak nilainya.

  • Frekuensi Perdagangan:112.000 kali transaksi
  • Jumlah Saham Diperdagangkan: 32,39 miliar lembar
  • Total Transaksi: Mencapai Rp12, 95 triliun dengan dominasi volume beli.
  • Pergerakan Saham: Sebanyak 420 saham menguat, 234 saham melemah, dan 309 saham stagnan.
  • Indeks Utama: Indeks LQ45 ikut meroket 1,81% ke 635,20, dan IDX30 menguat 2,02% ke level 357,07.

Dorongan positif ini dipicu oleh rilis data ekonomi domestik yang kuat serta meredanya kekhawatiran geopolitik global, yang mendorong aliran modal (capital inflow) kembali ke pasar modal Indonesia. ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement