Nasional
Erupsi Gunung Dukono Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.100 Meter

Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung maupun wisatawan diimbau agar tidak beraktivitas mendaki dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer.
FAKTUAL INDONESIA: Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali erupsi, Selasa (24/6/2025), dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.100 meter di atas puncak gunung.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono Bambang Sugiono dalam keterangan tertulis yang diterima di Ternate, melaporkan erupsi dan terlihat kolom abu teramati setinggi 1.100 meter.
Erupsi Gunung Dukono itu kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur.
Dia mengatakan erupsi itu terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 58.21 detik.
Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Erupsi, Muntahkan Abu Vulkanik Hingga 1.2 Kilometer ke Langit
“Saat ini kondisi gunung api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut itu berada pada Status Level II atau Waspada,”ujarnya.
Seperti dilansir laman berita antaranews.com, oleh karena itu, lanjut dia, masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung maupun wisatawan diimbau agar tidak beraktivitas mendaki dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer.
“Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap,” ujar Bambang.
Dia meminta masyarakat di sekitar Gunung Dukono agar selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.
Baca Juga : Gunung Lewotobi Laki-laki NTT Tenang-tenang Menghanyutkan, Gunung Dukono Kembali Bergolak
Sehari sebelumnya atau Senin (23/6) sekitar pukul 07.11 WIT, PGA melaporkan Gunung Dukono menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.600 meter di atas puncak gunung.
Semburan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur.
Dia menjelaskan, erupsi tersebut berhasil terekam pada seismogram dengan amplitudo maximum 27 mm dan durasi 63.37 detik di Pos PGA Dukono di Desa Mamuya, Kecamatan Galela. ***














