Connect with us

Nasional

Gunung Lewotobi Laki-laki NTT Tenang-tenang Menghanyutkan, Gunung Dukono Kembali Bergolak

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Gunung Lewotobi Laki-laki NTT Tenang-tenang Menghanyutkan, Gunung Dukono Kembali Bergolak

Penampakan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tenang di permukaan namun suplai magma masih tinggi sementara Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kambali erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.600 meter

FAKTUAL INDONESIA: Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) boleh dibilang tenang-tenang namun menghanyutkan. Meskipun tenang di permukaan namun Gunung Lewotobi Laki-laki bisa erupsi eksplosif dengan energi besar mengingat suplai magma gunung api itu masih aktif dan tergolong tinggi.

Sementara itu di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Gunung Dukono kembali bergolak dengan erupsi yang menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.600 meter di atas puncak, Rabu (21/5/2025) pagi.

Menurut Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tercatat ada

peningkatan gempa vulkanik dalam dari Gunung Lewotobi Laki-Laki yang mengindikasikan suplai magma gunung api itu masih aktif dan tergolong tinggi meskipun permukaan gunung tidak menunjukkan tekanan signifikan.

“Data tiltmeter menunjukkan tidak ada tekanan signifikan dari dalam gunung yang menyebabkan permukaan terangkat, namun gempa vulkanik dalam justru meningkat, yang mengindikasikan suplai magma dari kedalaman masih aktif,” Kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid dalam keterangan di Jakarta, Rabu malam.

Advertisement

Baca Juga : Gunung Lewotobi Laki-laki NTT 9 Kali Erupsi, Dukono Semburkan Abu Vulkanik 1.000 Meter

Seperti dikutip dari laman berita antaranews.com, dia menilai fenomena tersebut sebagai sinyal bahwa aktivitas di kedalaman masih berlangsung meskipun secara visual permukaan tampak tenang. Hal demikian menjadi dasar teknis dari para ahli Badan Geologi masih menetapkan status aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki pada Level IV (Awas) sampai saat ini.

Wafid menjabarkan bahwa petugas pos pengamatan Gunung Lewotobi mendapati tidak ada aktivitas erupsi selama periode pengamatan dari Selasa (20/5) pukul 12.00 Wita hingga Rabu siang pukul 12.00 Wita.

“Asap putih setinggi 100–500 meter tampak keluar dari kawah, namun tidak terdengar suara gemuruh dan sinar api hanya tampak samar,” kata dia.

Namun, menurut dia, dalam 24 jam terakhir didapati sebanyak empat kali gempa hembusan, 15 kali gempa harmonik, 11 kali gempa vulkanik dalam, dan lima kali gempa tektonik jauh.

Sementara itu pengamatan yang juga dilakukan dengan pesawat tanpa awak (drone) menunjukkan adanya material lava di dasar kawah aktif Lewotobi Laki-Laki.

Advertisement

Dengan begitu, Wafid mengungkapkan bahwa potensi erupsi masih ada, terutama jika terjadi letusan yang membongkar kubah lava, yang dapat memicu erupsi eksplosif dengan energi besar.

Badan Geologi meminta masyarakat dan wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari kawah, dan 7 kilometer pada sektor barat hingga timur laut.

Kemudian bagi warga yang berada di daerah aliran sungai hulunya dari puncak gunung seperti Desa Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, dan Nurabelen juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar jika hujan lebat terjadi.

Baca Juga : Gali Tangki Septik, Pengungsi Gunung Lewotobi Laki-laki Temukan 16 Granat Masih Aktif

“Masyarakat yang terdampak hujan abu sebaiknya menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan,” ujarnya

Pemerintah daerah diharapkan terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan di Desa Pululera serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari Badan Geologi untuk sebagai rujukan tindakan tanggap darurat bencana.

Advertisement

Gunung Lewotobi Laki-laki merupakan salah satu gunung berapi aktif di Nusa Tenggara Timur yang dalam beberapa hari terakhir kembali mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Maret 2025, jumlah korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang masih berada di pengungsian ada sebanyak 1.841 jiwa, atau berkurang dari sebelumnya berjumlah 4.838 jiwa yang mengungsi akibat erupsi besar pada November tahun lalu.

Putih Hingga Kelabu

Sementara itu Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melaporkan Gunung Dukono pada Rabu sekitar pukul 06.25 WIT kembali erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.600 meter di atas puncak gunung.

“Erupsi tadi terlihat kolom abu yang teramati setinggi 1.600 meter di atas puncak,” kata Petugas Pos PGA Gunung Dukono Bambang Sugiono dalam keterangan tertulisnya yang diterima ANTARA di Ternate, Rabu.

Advertisement

Baca Juga : Empat Ribu Orang Mengungsi Akibat Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Lagi

Kolom abu Gunung Dukono yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.

Dia mengatakan erupsi Gunung Dukono terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dam durasi 65.38 detik.

“Saat ini kondisi gunung api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut itu masih berada pada status Level II atau Waspada,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung maupun wisatawan diimbau, agar tidak beraktivitas mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius empat kilometer.

“Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap,” ungkap Bambang.

Advertisement

Dia meminta kepada masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement