Connect with us

Nasional

Harga BBM Naik, Ribuan Angkot di Karawang Tidak Beroperasi

Diterbitkan

pada

Ribuan Angkot di Karawang Tidak Beroperasi

Harga BBM Naik, Ribuan Angkot di Karawang Tidak Beroperasi (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Ribuan Angkutan Kota (angkot) di Karawang memutuskan tidak beroperasi biaya operasional yang tinggi imbas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Diketahui hanya ada sekitar 200 angkot dari 2000 yang beroperasi di 75 trayek.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang Arif Bijaksana mengatakan, sebelumnya terlihat angkot di Karawang belum sepenuh pulih pasca pandemi Covid-19. Ditambahnya naiknya harga BBM tentu membuat mereka sangat limbung.

“Sebelumnya usaha angkot ini masih terpukul karena Covid-19 sehingga pendapatan mereka menurun tajam. Namun setelah Covid-19 menurun, terjadi kenaikan BBM jadi limbung kembali,” kata Arif, Selasa (6/9/22).

Baca juga: BBM Naik, Hotel Makin Tertekan karena Tak Mudah Naikkan Tarif

Arif menjelaskan, sebelum harga BBM naik, bisnis mobil angkot memang sudah lesu. Ada 1.800 angkot yang tidak beroperasi sebelum BBM resmi naik.

Supaya tidak mengganggu mobilitas masyrakat, pemerintah melakukan langkah-langkah agar mobil angkot kembali beroperasi.

Advertisement

“Ada 1800 angkot yang tidak beroperasi dan sedang diupayakan bisa kembali beroperasi, tapi keburu pemerintah menaikan harga BBM. Kami harus mencari cara lagi,” tambahnya, mengutip Sindo, Selasa (6/9/2022).

Meski tarif angkot sudah dinaikan sebesar Rp 1000 hingga Rp 2000 setiap jurusan namun pengusaha dan sopir angkot tetap mengeluh.

Baca juga: BBM Naik Lagi, Jokowi Nyatakan Pilihan Terakhir yang Sulit dan Berat

Menurut Arif, saat ini Pemkab Karawang tengah berupaya membantu usaha angkot yang terdampak kenaikan BBM.

Salah satunya adalah dengan memperjuangkan agar usaha angkot mendapat stimulan dari pemerintah pusat. Pemerintah pusat menjanjikan bantuan sektor angkutan yang terdampak kenaikan BBM.

“Kalau tidak salah bantuan akan diberikan selama 3 bulan yaitu mulai Oktober, November dan Desember 2022. Itu yang sedang kita perjuangkan,” pungkasnya.***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement