Connect with us

Olahraga

Ketua INASPOC Pastikan Prokes Ketat Selama ASEAN Para Games XI Solo

Avatar

Diterbitkan

pada

 

Ketua INASPOC bersama Presiden APSF saat menggelar konferensi pers APG di Swiss Bellhotel Solo. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Ketua Indonesia ASEAN Para Games Organizing Committee (INASPOC) Gibran Rakabuming Raka memastikan kesiapan penyelenggaran event ASAN Para Games (APG) XI Solo.

Pelaksanaan APG XI Solo yang dimulai 30 Juli-6 Agustus mendatang akan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Sistem bubble 1 hotel untuk  1 cabang olahraga (cabor) diberlakukan, mengingat saat ini kasus Covid-19 kembali meningkat.

“Nanti semua atlet ketika datang langsung di swab saat akreditasi. Semua sudah ada di handbook, tadi sudah disiapkan,” jelas Gibran Rakabuming Raka seusai penandatanganan MoU antara Ketua INASPOC dengan Presiden ASEAN Para Sport Federation (APSF) Osoth Bhavilai di Swiss Belhotel, Solo, Jawa Tengah, Jumat (1/7/2022).

Wali Kota Solo itu menegaskan protokol kesehatan (prokes) super ketat akan diberlakukan. Jika kasus Covid -19 kembali meningkat, akan dilakukan pengetatan lagi.

Advertisement

“Seluruh voulentir, pegawai-pegawai hotel, driver-driver perlu dijogo kabeh (dijaga semua) karena mereka yang keluar masuk. Kalau atlet dan official kan bubble,” jelasnya lagi.

Gibran juga menyebut untuk angka kasus di Kota Solo juga bekum menunjukkan kenaikan. Tetapi jika ada kenaikan kasus INASPOC telah menyiapkan skenario dan mitigasi.

Lebih lanjut Gibran mengatakan atlet dan offical dari 11 negara peserta akan mulai tiba di Kota Solo tanggal 26 Juli mendatang. Jumlah atlet dan official yang datang sekitar 1.800 an orang.

“Kalau hasil swab negatif ya silahkan langsung saja. Kami juga menyediakan tempat karantina dan lain-lain,” katanya.

Untuk prokes akan sama seperti pada pelaksanaan G20. Pihak INASPOC telah berkoordinasi dengan juga dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk  penerapan prokes.

Advertisement

“Tes swab, tes antidoping semua sudah disiagakan. Nanti juga ada ahli gizi yang mendampingi atlet,” katanya lagi.

Sekjen INASPOC, Rima Ferdianto menambahkan sampai saat ini belum ada kebijakan yang dkeluarkan Satgas Covid-19 dan BNPB terkait kenakkan kasus Covid-19 di Indonesia.

“Tetapi jika nanti saat mendekati hari H ada kenaikan kasus maka akan ada kebijakan aturan pembatasan penonton,” ujarnya.

Yakni dengan melakukan skrining penonton dan membatasi jumlah penonton 50 persen atau 75 persen dari kapasitas. Atau bisa juga pertandingan tanpa penonton jika kondisi memburuk.

“Kita ikuti kebijakan Satgas Covid-19 dan BNPB,” pungkasnya. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca