Connect with us

Nusantara

Presiden Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker, Gibran Minta Warga Ojo Kesusu

Diterbitkan

pada

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka minta warga tidak terburu-buru buka masker. (Foto: istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melonggarkan pemakaian masker menyusul terus menurunnya angka kasus Covid-19 di Indonesia. Tapi, hal itu tidak berlaku di Kota Solo.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka tetap meminta warganya untuk mengenakan masker terutama untuk anak-anak sekolah.

Ojo kesusu (jangan terburu-buru) buka masker. Soalnya kalau sudah buka masker, uwong-uwong podo gampangke (orang-orang akan memudahkan),” ujar Gibran kepada wartawan di Balai Kota Solo, Senin (24/5/2022).

Menurut putra sulung Presiden Joko Widodo itu, jika masyarakat menggampangkan dan menganggap virus Covid-19 sudah tidak ada lagi, maka mereka akan enggan untuk vaksin booster.

Apalagi, saat ini mengenakan masker sudah menjadi kebiasaan. Pihaknya ingin warga tetap waspada.

Advertisement

“Kan sudah menjadi kebiasaan bagus,  kan tidak hanya untuk mencegah Covid-19 tapi juga polusi dan penyakit lainnya,” katanya.

Meskipun saat ini kasus Covid-19 di Kota Solo sudah sangat menurun, tetapi pihaknya minta warga tidak lengah. Dirinya tetap menghimbau masyarakat memakai masker, hal ini demi kesehatan diri kita sendiri.

“Kita pengin mindset warga tetap waspada karena kita gak tahu serangan gelombang berikutnya seperti apa, atau penyakit apa lagi. Kita juga gak kaku-kaku banget kok,” katanya lagi.

Kekhawatiran adanya lonjakan kasus pascalebaran juga tidak terbukti. Angka kasus di Kota Solo juga hampir nol. Jumlah kasus Covid-19 di Kota Solo yang semakin turun itu konsisten sejak awal bulan puasa lalu.

“Tapi jangan buru-buru buka masker. Anak-anak tetap wajib pakai masker karena ada beberapa guru yang belum divaksin,” jelasnya.

Advertisement

Gibran menyebut ada alasan mengapa mereka belum divaksin booster. Sebagian besar karena mereka terkena virus Covid-19 setelah divaksin dosis pertama. Sehingga membutuhkan waktu untuk vaksin berikutnya. Sedangkan capaian vaksinasi booster di Solo memcapai 54 persen.

“Jadi bukan karena masalah teknis, kalau untuk stok vaksin cukup,” pungkasnya. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement