Nusantara
Pembangunan Masjid Sriwedari Terhenti, Gibran Tegaskan Tak Akan Biarkan Sampai Mangkrak

Masjid Sriwedari Solo yang pembangunannya terhenti tiga tahun. (Foto: istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA: Pembangunan Masjid Sriwedari Solo terhenti sejak tiga tahun ini. Terhentinya pembangunan masjid yang berada di lahan bekas Taman Hiburan Rakyat (THR) Sriwedari tersebut karena masalah pendanaan dan status lahan yang masih sengketa dengan ahli waris.
“Kita gak mungkin membiarkan sampai mangkrak, tenang saja. Kalau dari Pemkot akan melakukan pendampingan di meja hijaunya saja,” jelas Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Rabu (1/6/2022).
Menurut Gibran, Pemkot Solo tetap mengupayakan dari sisi hukum. Sedangkan pembangunan masjid akan tetap berlanjut.
“Proses hukum harua dilalui, kan gak ada jalan pintas. Kita gak mungkin membiarkannya tenang saja,” katanya.
Pembangunan masjid yang diklaim menjadi masjid termegah di Kota Solo itu, sepenuhnya menggunakan dana sosial masyarakat dan perusahaan melalui CSR. Tidak menggunakan anggaran APBD Kota Solo.
Terkait status lahan Sriwedari, mantan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menjanjikan untuk menyelesaikan masalah lahan Sriwedari.
Rudy mengaku dirinya bersama dengan Ketua Panitia Pembangunan Masjid Sriwedari, Achmad Purnomo, pernah diundang ke istana oleh Presiden Jokowi. Saat pertemuan tersebut Presiden Jokowi menjanjikan untuk menyelesaikan kasus tersebut.
“Tapi sengketa itu gak ada, sudah selesai saya gak menganggap itu sengketa. Sengketa itu kalau tidak ada satupun lembar surat, wong ini ada sertifikat HP 41 dan 40 kok,” jelas Rudy.
Pengerjaan Masjid Sriwedari telah dimulai sejak 2018 ditaksir menelan anggaran sebesar Rp 165 miliar. Pembangunannya sudah mencapai 85 persen.***














