Nusantara
Gibran Pertanyakan Data Covid-19 di Pusat dan Daerah Berbeda

Update data Covid-19 Kota Solo. (Foto: Istimewa)
FAKTUALid – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mempertanyakan perbedaan data Covid-19 Kota Solo dari dan pusat. Berdasarkan data kasus Covid-19 Kota Solo di Provinsi Jawa Tengah, seharusnya Kota Solo sudah di level 3.
“Seharusnya kita tidak di level 4 lagi. Kalau menurut data Jateng kita di level 3, Inmen (instruksi menteri) Solo level 4,” jelas Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Rabu (11/8/2021).
Menurut Gibran, data dari daerah dengan pusat tidak sinkron. Pihaknya telah meminta dari Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo untuk melakukan klarifikasi data dengan provinsi.
“Ada data yang ke delay, ada data dari fasilitas kesehatan (faskes) yang mungkin tidak disortir dulu antara KTP Solo dan KTP luar Solo, juga data kematian,” jelasnya lagi.
Gibran juga menyebut bed occupancy rate (BOR) rumah sakit Covid-19 di Kota Solo saat ini 64 persen atau mengalami penurunan dari sebelumnya yang mencapai 80 an persen.
Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo, Ahyani menambahkan perbedaan data tidak.hanya terjadi di Kota Solo tetapi juga daerah lain terutama di daerah aglomerasi.
“Perbedaan datanya sangat tinggi sekali. Mungkin data pusat berasal dari data New All Record (NAR) langsung dari rumah sakit tanpa verifikasi KTP Solo atau bukan. Sedangkan data di Solo langsung diverifikasi apakah KTP Solo atau bukan,” paparnya.
Sementara itu berdasarkan data Covid -19 dari DKK Solo per tanggal 11 Agustus, tercatat penambahan kasus sebanyak 35 atau turun dari haei sebelumnya yang bertambah 96 kasus.
Untuk pasien Covid-19 yang masih dirawat di RS sebanyak 184, isolasi mandiri 629 dan isolasi terpusat 300 orang. (Uti Farinzi) ***
Lanjutkan Membaca














