Hukum
Pramono Anung Melayat ke Rumah Warga yang Tewas dalam Kericuhan Pejompongan

Gubernur Pramono melayat ke rumah lansia yang tewas akibat kerusuhan di Benhil Jakarta Pusat. (Foto : istumewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendatangi rumah duka Bambang Setiawan (59), warga yang meninggal dunia dalam kericuhan di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pramono tiba di rumah duka yang berada di kawasan bantaran rel kereta api Pejompongan pada Jumat (28/8/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Dalam kunjungan tersebut, Pramono didampingi Wali Kota Jakarta Pusat Arifin.
Kedatangan Pramono dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa dan memberikan dukungan kepada keluarga Bambang yang meninggal setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh kelompok tak dikenal saat kericuhan terjadi.
Selain melayat, Pramono juga menyempatkan diri mengunjungi Faturrohman (18), seorang pelajar yang turut menjadi korban dalam insiden tersebut. Rumah Faturrohman berada di gang yang sama dengan kediaman Bambang.
Pramono berada di kawasan tersebut selama sekitar 30 menit. Setelah menemui keluarga korban dan memberikan dukungan moril, ia meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan kepada awak media.
Sementara itu, Faturrohman yang mengalami sejumlah luka dan lebam kemudian dievakuasi menggunakan ambulans setelah Pramono meninggalkan lokasi. Pelajar tersebut dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Kericuhan di Jalan Pejompongan terjadi pada Kamis malam setelah adanya aksi demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI. Insiden tersebut berdampak pada warga yang berada di sekitar lokasi.
Bambang Setiawan, yang sehari-hari dikenal sebagai pedagang cermin, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga dikeroyok oleh orang tak dikenal. Sementara Faturrohman mengalami luka-luka akibat insiden serupa.
Ketua RT 02/RW 06 Benhil, Aban Sobandi, sebelumnya menyampaikan keprihatinannya atas kejadian yang menimpa warganya. Menurut informasi yang disampaikan dalam laporan tersebut, kedua korban bukan bagian dari massa demonstrasi.
Peristiwa itu kini menjadi perhatian karena kericuhan tidak hanya berdampak pada peserta aksi, tetapi juga menyebabkan warga di sekitar lokasi menjadi korban.***














