Connect with us

Nasional

Jumlah Meninggal Gempa NTT 91 Orang, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Nelwan Harahap (baju orange rompi) menyerahkan bantuan obat-obatan dan perangkat jaringan telekomunikasi kepada perwakilan tenaga medis serta warga terdampak gempa M 7,7 Flores, di Desa Samporong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (23/8) (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/Danung Arifin)

Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Nelwan Harahap (baju orange rompi) menyerahkan bantuan obat-obatan dan perangkat jaringan telekomunikasi kepada perwakilan tenaga medis serta warga terdampak gempa M 7,7 Flores, di Desa Samporong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (23/8) (Foto: Bidang Komunikasi Kebencanaan/Danung Arifin)

FAKTUAL INDONESIA: Badan Nasional Penanggulang Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat terdampak gempa M7,7 Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi gempa susulan.

Sementara itu berdasarkan data BNPB, sampai Minggu (23/8/2028) sore, tercatat jumlah yang meninggal dunia mencapai 91 orang. Sedangkan yang luka/sakit 1.505 jiwa. Jumlah yang mengungsi 161.874 jiwa.

Pada laman BNP disebutkan juga 343 Fasyankes terdampak, 512 Fasdik terdampak, 451

kantor rusak, 919 rumah ibadah rusak dan total 67.100 rumah rusak.

Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Nelwan Harahap meminta masyarakat tidak perlu diliputi ketakutan secara berlebihan, terlebih aktivitas kegempaan susulan cenderung menunjukkan penurunan. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan dengan mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG serta memastikan setiap aktivitas dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan.

“Memang masih ada gempa susulan tapi bisa kita yakini dan bisa kita pastikan bahwa menurut BMKG gempa susulan ini memiliki kecenderungan lebih kecil dari gempa utama sehingga tidak membahayakan. Masyarakat kami minta tetap tenang namun juga waspada,” kata Nelwan Harahap saat mengirimkan bantuan ke Desa Samporong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, yang berada di Pulau Sukun, Minggu (23/8/2026).

Advertisement

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Ph.D. melaporkan, seiring dengan kondisi yang semakin terkendali, kegiatan belajar mengajar (KBM) juga diharapkan dapat kembali dilaksanakan secara bertahap dalam waktu dekat dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik. Untuk sementara, kegiatan pembelajaran dapat dilakukan di lokasi yang dinilai aman, seperti tenda darurat atau ruang terbuka di halaman sekolah, termasuk di bawah pepohonan yang aman dan tidak berisiko tumbang. Pemerintah daerah bersama pihak sekolah diharapkan memastikan terlebih dahulu kondisi bangunan dan lingkungan sekolah sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak kembali memperoleh rutinitas belajar sekaligus memulihkan rasa aman dan nyaman setelah mengalami situasi darurat akibat gempa. Dengan dukungan seluruh pihak, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan secara bertahap, aman, dan memberikan optimisme bagi masyarakat untuk kembali beraktivitas.

“Aktivitas pendidikan kami harapkan dapat terap berjalan meski dalam kondisi tanggap darurat sehingga nanti anak-anak tidak kehilangan momentum kesempatan untuk belajar,” pinta Nelwan.

BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, serta unsur terkait lainnya untuk memetakan kebutuhan masyarakat dan memastikan bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran. Pendekatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis setiap wilayah serta perkembangan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Melalui kolaborasi dan dukungan lintas sektor, pemerintah berupaya memastikan tidak ada masyarakat terdampak yang merasa sendiri dalam menghadapi situasi pascabencana. Kehadiran bantuan hingga ke pulau terluar merupakan wujud negara hadir untuk memberikan perlindungan, memenuhi kebutuhan dasar, sekaligus membantu masyarakat secara bertahap kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan tangguh.

Advertisement

Jangkau Pulau Terluar di Sikka

Penyaluran bantuan logistik dan peralatan bagi masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo (M) 7,7 Flores, terus dimaksimalkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Upaya tersebut tidak hanya menyasar wilayah terdampak di daratan Pulau Flores, tetapi juga menjangkau masyarakat di pulau-pulau terluar yang menghadapi tantangan akses, komunikasi, dan pelayanan dasar.

Pada hari Minggu, untuk kedua kalinya BNPB melalui Posko Pendamping Nasional (Pospenas) yang berada di Maumere mengirimkan bantuan ke Desa Samporong, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, yang berada di Pulau Sukun. Pengiriman bantuan ini dipimpin Direktur Penanganan Darurat Wilayah III BNPB, Nelwan Harahap, sebagai bagian dari upaya memastikan masyarakat di wilayah kepulauan tetap mendapatkan dukungan penanganan darurat secara merata.

“Hari ini kedua kalinya kami datang untuk memastikan masyarakat tertangani dengan baik dan tidak berkekurangan,” jelas Nelwan.

Bantuan tersebut diterbangkan menggunakan helikopter Kementerian Perhubungan dan mendarat di lapangan Desa Samporong. Kedatangan tim BNPB disambut oleh masyarakat yang telah menunggu. Kurang lebih 300 kepala keluarga (KK) terdampak gempa M 7,7 Flores berada di wilayah tersebut dan menjadi bagian dari sasaran pelayanan penanganan darurat.

Advertisement

Salah satu dukungan yang dibawa adalah perangkat internet berbasis satelit Starlink. Peralatan tersebut menjadi penting bagi masyarakat Pulau Sukun karena keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah tersebut. Sebelum adanya dukungan jaringan satelit, warga harus menuju lokasi dengan dataran yang lebih tinggi untuk memperoleh sinyal dan berkomunikasi dengan keluarga maupun pihak di luar pulau.

Dengan tersedianya akses internet berbasis satelit, komunikasi di wilayah terdampak diharapkan dapat berlangsung lebih mudah dan stabil. Dukungan ini juga dapat membantu koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta unsur penanganan darurat dalam menyampaikan informasi maupun mengidentifikasi kebutuhan di lapangan.

Selain dukungan komunikasi, BNPB turut membawa paket medis dan obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat. Bantuan tersebut akan mendukung pelayanan tenaga kesehatan yang sebelumnya telah berada di lokasi, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan dan obat-obatan yang dibutuhkan selama masa penanganan darurat.

“Kami juga membawa titipan obat-obatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk disampaikan di daerah terdampak ini,” kata Nelwan.

Dukungan untuk masyarakat Pulau Sukun sebelumnya juga telah dilakukan secara bertahap. BNPB bersama pemerintah daerah telah mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan pada Jumat (21/8) menggunakan kapal cepat. Penyaluran dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi meskipun kondisi geografis dan akses transportasi menjadi tantangan tersendiri.

Advertisement

Sejumlah bantuan yang telah disalurkan antara lain beras, paket sembako, minyak goreng, air mineral, minyak kayu putih, selimut, telur, popok bayi, losion antinyamuk, terpal, mi instan, sabun, pasta gigi, tikar, suplemen kesehatan, serta obat-obatan dan berbagai kebutuhan pendukung kesehatan lainnya.

Penyaluran bantuan ke Pulau Sukun menjadi bagian dari komitmen BNPB untuk memastikan penanganan darurat gempa M 7,7 Flores berlangsung inklusif dan menjangkau seluruh masyarakat terdampak, termasuk mereka yang tinggal di wilayah kepulauan dan memiliki keterbatasan akses.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement