Nasional
Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores NTT Erupsi dengan Tinggi Abu 1,2 Km Selasa Malam

Erupsi ketiga Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hari Selasa (25/8/2026), pukul 20.19 WIB, meluncurkan kolom abu setinggi 1.200 m. (Foto: Magma Indonesia)
FAKTUAL INDONESIA: Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) erupsi dengan tinggi kolom abu 1200 m atau 1,2 km di atas puncak, Selasa (25/8/2026) malam, pukul 21.19 Wita atau 20.19 WIB.
Demikian dilaporkan petugas PVMBG, Marsianus Meo Lako seperti dilansir laman Magma Indonesia, Selasa malam.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 29.6 mm dan durasi 242 detik,” tulis Marsianus Meo Lako.
Pada hari ini tercatat Gunung Lewotobi Laki-laki erupsi 3 kali. Sebelumnya gunung yang berstatus Level III atau Siaga itu erupsi pukul 11.39 Wita dan 06.03 Wita. Dari pengamatan tampak kolom abu yang dilontarkan Gunung Lewotobi naik turun.
Ketika erupsi di pagi hari Gunung Lewotobi meluncurkan kolom abu setinggi 1.000 meter.
“Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 06:03 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1000 m di atas puncak (± 2584 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 44.4 mm dan durasi 162 detik,” tulis petugas PVMBG Herman Yosef S Mboro.
Kemudian menjelang siang hari pukul 11.39 Wita, kolom abu erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menurun menji setinggi hanya 300 m.
“Terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki pada hari Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 11:39 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 300 m di atas puncak (± 1884 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat dan barat laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” papar Marsianus Meo Lako.
Mengingat aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini, PVMBG mengeluarkan rekomendasi:
- Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki .
- Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
- Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.
- Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
- Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Laki-laki. Untuk informasi lebih jelas dapat mengubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606. ***














