Connect with us

Nusantara

Terombang-ambing di Laut, Perahu Rombongan Pemancing Diselamatkan Ditpolairud

Avatar

Diterbitkan

pada

Perahu pemancing yang terombang-ambing di laut, saat diselamatkan polisi. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Lima orang pemancing dan seorang pengemudi perahu nelayan terombang-ambing di perairan Kabupaten Gresik, gara-gara mesin perahu mendadak mogok saat hendak kembali ke darat.

Beruntung, mereka yang sudah berjam-jam terombang-ambing di tengah laut itu berhasil diselamatkan Ditpolairud Polda Jatim pada Minggu malam sekitar pukul 22.10 WIB.

Pengungkapan kasus itu bermula saat salah satu pemancing, Khoirul Anwar yang hampir putus asa karena mesin perahu tak kunjung bisa dinyalakan, berinisiatif mengirim WA meminta pertolongan bantuan ke sebuah staiun radio.

Dia meminta tolong, karena kapal mesin mati dan sedang terombang-ambing di sebelah barat Ujung Pangkah. Tepatnya di titik koordinat 6°48’37.2″S 112°32’25.1″E.

Beruntung, pesan itu direspon stasiun radio swasta itu dengan langung berkoordinasi dengan Command Centre dan Polair Polda Jatim.

Advertisement

“Kami berangkat dari Delegan. Saat perjalanan pulang, sudah setengah perjalanan, sekitar jam satu siang, tiba-tiba (mesin kapal) berhenti,” kata Khoirul.

Dia menyebut tidak ada kerusakan di badan kapal. Pengemudi kapal sudah berusaha memperbaiki mesin kapalnya, tapi tak kunjung membuahkan hasil.

Khoirul sudah berusaha menghubungi rekan yang di daratan. Tapi tak kunjung datang yang kemungkinan karena terhadang oleh ombak besar.

Upaya penyelamatan tersebut sempat mengalami kendala cuaca buruk. Kurang lebih tiga jam bantuan datang, baik dari kapal swasta maupun tim pemancing yang bergerak dari Delegan.

Mereka mengirimkan bantuan logistik, sebab Khoirul dan teman teman lainnya sempat kehabisan bahan makanan, baterai handphone dan mulai kedinginan.

Advertisement

Menurut Iptu Guntur, Panit Polairud Polda Jatim, perahu tersebut awalnya ditemukan oleh awak kru kapal bantuan milik PGN SAKA (Perusahaan Minyak Ujung Pangkah). “Perahu nelayan yang mogok sudah diamankan dan ditarik kapal sewaan yang disewa Satpolair Gresik,” ujarnjya.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati jika ingin melakukan aktivitas di wilayah perairan, terutama saat posisi gelombang air sedang tinggi.

“Kalau belum punya banyak pengalaman, jangan memancing di wilayah yang terlalu jauh dari daratan, karena ditakutkan belum bisa memprediksi keadaan,” ujarnya.***

Advertisement
Lanjutkan Membaca