Home NasionalNusantara Pencapaian vaksinasi di Pamekasan Diharapkan Bisa 70 Persen

Pencapaian vaksinasi di Pamekasan Diharapkan Bisa 70 Persen

oleh Akbar Surya

Gubernur Khofifah saat berdialog dengan peserta vaksin. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meninjau sentra vaksinasi ditingkat SMA negeri, SMP negeri di gedung serba guna Kabupaten Pamekasan, Minggu (24/10/2021). Kehadirannya itu bertujuan untuk membangun strong patnership antara Pemprov Jatim dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan bersama–sama membentuk Hard Immunity (kekebalan komunal).

Menurut Gubernur Khofifah, saat ini ada 200 negara di dunia berusaha membentuk Hard Immunity minimal sudah tervaksin 70 persen termasuk para lansia, dan anak umur 12 tahun. “Kehati-hatian harus terus dijaga. Jangan sampai ada varian baru yang tidak termitigasi maupun terantisipasi,” ujarnya, Minggu (24/10/2021).

Sementara Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, dalam laporannya mengakui, hingga saat ini di wilayahnya baru tercapai 30% masyarakat yang sudah divaksin. “Kami mengalami kendala di masyarakat yang tidak mau divaksin. Kami ibu gubernur untuk ikut membantu memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Terkait dengan hal tersebut, Gubernur Khofifah akan melakukan koordinasi bersama Pangdam, Kapolda Jatim untuk melakukan dan membantu agar masyarakat untuk melakukan vaksinasi di Kabupaten Bangkalan dan juga Kabupaten Pamekasan. Pihaknya berharap Pamekasan juga bisa mampu mencapai target 70 persen masyarakatnya yang divaksin.

Diakui Gubernur, kalau ada daerah yang vaksinasinya belum maksimal, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim untuk mengerahkan timnya. Kalau ada kendala kultural, menurutnya, juga harus diatasi bersama. Saya mohon pentahelix approach harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Saat ini, kata Gubernur, situasi pandemi Covid-19 di Jawa Timur terus melandai. Bahkan, saat ini Jatim berhasil menjadi daerah dengan kota dan kabupaten yang ditetapkan menjadi PPKM level 1 terbanyak di Jawa Bali berdasarkan Inmendagri No 53 Tahun 2021.

Selain itu, kondisi keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) ICU Rumah Sakit (RS) saat terjadi peningkatan eksponensial pada Juli lalu turun sebanyak 73 persen dari 78 persen menjadi 5 persen. Sedangkan BOR Isolasi RS turun 78 persen dari 81 persen menjadi 3 persen.

Menurut Khofifah capaian-capaian seperti ini tidak lepas dari perjuangan para dokter dan tenaga kesehatan lainnya. Ia meminta tetap menjaga kondisi seperti ini dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) dan mempercepat vaksinasi.

Mantan Menteri Sosial ini menyampaikan terima kasih kepada para dokter telah berjuang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19. Menurutnya, mereka mempertaruhkan segalanya untuk menolong para pasien penderita Covid-19. “Saya berharap para dokter di Jawa Timur tetap bersemangat, tidak pernah putus asa, yakin usaha sampai, dan selalu istiqomah menolong masyarakat yang membutuhkan. Terutama pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini,” ujarnya.***

Tinggalkan Komentar