Nasional
Gunung Lewotobi Laki Laki Erupsi, Langit dan Hujan Kerikil Usai Meletus

Letusan Gunung Lewotobi Laki Laki menimbulkan asap hitam dan langit jadi gelap. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meletus pada Senin (7/7/2025) sekitar pukul 11:05 Wita. Kali ini letusannya sangat dahsyat dengan memuntahkan kolom abu setinggi kurang lebih 18 ribu meter (18 kilometer) di atas puncak atau sekitar 19.584 meter di atas permukaan laut. Seusai erupsi, langit gelap gulita dan terjadi hujan kerikil.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Fajaruddin M Balido, dalam keterangan resminya menjelaskan, letusan kolom abu terpantau berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal, condong ke arah utara, timur laut, dan barat laut.
Baca Juga : Sebanyak 87 Penerbangan di Bali Dibatalkan pada 18 Juni 2025 Akibat Gunung Lewotobi Erupsi
“Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi sementara ini ± 6 menit 26 detik,” kata dia.
Disebutkan, saat erupsi, terdengar suara dentuman kuat dan terjadi guguran awan panas sejauh 5 kilometer ke arah utara dan timur laut.
Saat ini Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada status level IV atau Awas. Warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dan sektoral barat daya-timur laut sejauh 7 kilometer dari pusat erupsi.
Sementara itu, usai gunung itu meletus, sejumlah desa di lereng gunung gelap gulita selama 15 menit.
Kondisi itu diungkapkan oleh Heri Makin, warga Desa Boru, Kecamatan Wulanggitang. Selain kegelapan, hujan abu vulkanik bercampur kerikil mengguyur permukiman warga.
“15 menit awal kerikil halus dan debu vulkanik turun,” kata Heri, dikutip detikBali, Senin (7/7/2025).
Baca Juga : Erupsi Gunung Lewotobi Laki Laki Bikin 17 Penerbangan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Dibatalkan
Heri menyebutkan kondisi Desa Boru kini sudah kondusif setelah sempat dihujani abu dan kerikil letusan Gunung Lewotobi Laki-laki.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur mengimbau warga di enam desa yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) menghindari pusat erupsi, terutama warga yang hendak ke Pasar Boru.
“Pemerintah dan Polsek Wulanggitang sedang berada di wilayah Desa Boru untuk mengimbau warga agar menghindari pusat erupsi. Setelah erupsi mereda dan situasi kembali normal, warga yang ke Pasar Boru diimbau kembali ke pos pengungsian,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur, Avi Manggota Hallan.***














