Home NasionalIbu Kota Odong-Odong Motor Menjerit, Omset Anjlok di Masa Pandemi

Odong-Odong Motor Menjerit, Omset Anjlok di Masa Pandemi

oleh Bambang

Tukang odong-odong motor, Suryadi. (Farhanzuhdi)

FAKTUALid – Tukang odong-odong di Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, belum hilang berjuang menghadapi pandemi virus corona yang menyebabkan anjloknya omset dari sebelum munculnya ‘bencana’ Covid-19. Kini mereka pun harus ‘rela’ pendapatannya hilang pada penerapan PPKM Darurat.

Demikian penuturan salah satu tukang odong-odong motor, Suryadi (50), ketika ditemui disela-sela waktu santainya di kawasan Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (4/7/2021).

Menurut Suryadi, pandemi Covid-19 ini menyebabkan penurunan omset disbanding sebelum wabah pandemi hadir di Indonesia. Pandemi Covid-19 memang punya dampak yang cukup besar bagi seluruh negara di dunia termasuk Indonesia, bukan hanya pengusaha kelas atas saja tetapi kelas bawah juga terkena dampaknya tersebut.

Dirinya menjelaskan bahwa setelah pandemi banyak pelanggan enggan naik odong-odongnya yang mengakibatkan turunya omset.
“Rata-rata yang naik odong-odong anak-anak, mungkin orang tua nya takut anak-anaknya terkena virus corona. Sebelum pandemi saya minimal dapet Rp 80 ribu sampai Rp 150 ribu sekarang paling cuma dapet Rp 30 ribu” kata Suryadi.

Bahkan di awal pandemi, dirinya tidak beroperasi selama 3 bulan lamanya. Pada 3 bulan tersebut dirinya tidak dapat beroperasi dikarenakan adanya kebijakan-kebijakan terkait pandemi Covid-19 yang diberlakukan oleh Pemda DKI Jakarta guna menghambat penularan virus Covid-19.

Selama pandemi dan memasuki PPKM Darurat, Suryadi terpaksa memangkas jam operasionalnya yang mengakibatkan turun omset dibandingkan sebelum pandemi. “Sebelum pandemi saya narik dari jam 7 hingga jam setengah 6 sore, berhubung pandemi baru keluar siang dari jam 12 hingga jam 6 sore, karena itu pendapatan jadi turun dari biasanya,” ujar Suryadi.

Suryadi mengakui bahwa odong-odongnya bukan milik pribadi, dia hanya menjalankan odong-odong tersebut. Setiap hari uang hasil odong-odongnya disetorkan dengan sistem bagi hasil.

Terkait adanya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat pada 3-20 Juli 2021, Suryadi sedikit cemas karena takut tidak bisa beroperasi pada masa PPKM darurat tersebut. “Takut kebijakan PPKM darurat ini bakal ada lockdown lagi, kalo lockdown lagi bingung. Kalo bisa kebijakannya diperingan lah andaikan odong-odong berhenti total mau cari uang darimana” jelas Suryadi.

Dirinya mengutarakan jika odong-odong sama sekali tidak boleh beroperasi, ia mengharapkan bantuan pemerintah seperti saat PSBB tahun kemarin agar dapat membantu orang-orang sejawadnya.

Diketahui Suryadi mulai melakoni profesi ini sejak tahun 2013 karena saat itu dirinya tidak memiliki pekerjaan. “Narik odong-odong mulai tahun 2013, awalnya karena saya pengangguran, daripada nganggur mending narik odong-odong untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (Farhanzuhdi)

You may also like

Tinggalkan Komentar