Nasional
Longsor Natuna: 12 Orang Korban Terindentifikasi, 43 Belum Ditemukan, 27 Bangunan Tertimbun

Petugas dan masyarakat mengangkut para korban dan jenazah korban tanah longsor Desa Pangkalan saat di Masjid Al Furqan, Serasan, Natuna, Kepri, Senin (6/3/2023). (Ant/HO-Kominfo Natuna).
FAKTUAL-INDONESIA: Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah berhasil mengidentifikasi 12 orang korban tanah longsor yang terjadi di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Natuna.
Menurut laporan antaranews.com, melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna dari Serasan, Selasa menjelaskan bahawa 12 korban diantaranya adalah Rianti, Anak Rianti, Fadil endri, Darman K, Abdulah, Abdul kadir, Susi rianti, Erna, Delta Yuharni, Juhaima, Murni AB dan Masriyati.
Sementara untuk 43 orang lainnya masih belum ditemukan, 3 orang dalam kondisi kritis dan saat dirujuk ke Pontianak dan Ranai satu diantaranya meninggal dunia atas nama Susi.
Selanjutnya, total jumlah pengungsi 1.216 orang dengan rincian pengungsi di PLBN Serasan sebanyak 219 orang, pengungsian Puskesmas 215 orang, pengungsian Pelimpak dan Mesjid Al Furqon 500 orang, pengungsian di SMA Negeri 1 Serasan sebanyak 282 orang.
Bangunan yang tertimbun sebanyak 27 dengan rincian 26 rumah dan 1 buah surau. Kondisi terkini di lokasi musibah atau Pulau Serasan secara keseluruhan masih terkendala sinyal.
Sedangkan untuk listrik juga mengalami kendala, hanya sebagian daerah listrik menyala karena jaringan listrik terputus akibat terjangan longsor.
Pencarian para korban sementara dihentikan pada malam hari dan akan dilanjutkan esok mengingat keterbatasan sarana.
Meski terkendala jaringan internet, informasi terkait korban rutin dapat dirilis oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna melalui Posko Pusat Informasi Tim Gabungan Tanggap Bencana Serasan dan Serasan Timur di Kantor Desa Tanjung Setelung, Serasan.
Rilis Nama Korban
Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) merilis 47 orang daftar korban bencana tanah longsor di Desa Pangkalan, Serasan yang belum ditemukan.
Adapun nama tersebut adalah
- Hasmarullah
- Hazalina
- Fani
- Khalisa (anak)
- Zaimah (lansia)
- Abdillah
- Hermandi
- Eva Lestari
- Juhaima
- Susan
- Said Iswandi
- Zaki (anak)
- Usman
- Dahlia
- Ogi Manda
- Asmarawati (lansia)
- Sahlia/Kak Salus (lansia)
- Muslimin (Lansia) 19. Suniman (lansia)
- Yunda (eemaja)
- Faris (anak)
- Zafa (anak)
- Ayra Marzia (balita)
- Wawan Setiawan (kades)
- Amrizal
- Bebenza
- Ken Wahyu Ratri
- Baim (Balita)
- Eran
- Padli
- Diva (anak)
- U. Ya’ali (catatan)
- Haryuni
- Ikhsan
- Bahtiar (lansia)
- Janati (Lansia)
- Murni AB
38.Masriati/i’i
- Uciana
- Esha Syifa (anak-anak)
- M. Al Syafiq (anak)
- Qisya Adelia (anak)
- Liza/Dedek
- Juwita
- Melvi (anak)
46.Erma
- Delta Yuharni.
Sementara itu jumlah korban kritis 3 orang, luka berat 1 orang, dan rawat jalan 3 orang.
Sedangkan data korban meninggal yang didapat dari Staf Kantor Camat Serasan, Suhardiman yang juga pengurus jenazah memberikan identitas jenazah sebagai berikut
- Abd Kadir Bin Jakpar Sulaikan jenis kelamin laki laki Umur 70 tahun
- Darman Bin Kantur, Laki laki 70 tahun
- Rianti, Perempuan, umur 27 tahun
- Anak dari Ibu Rianti, laki laki 5 tahun
- Abdullah, kakek umur 64 Tahun
- Fadil, laki-laki umur 10 tahun
dan empat lainnya belum terindentifikasi.
Untuk memastikan informasi terkait ditemukan dua lagi korban atas nama Erma dan Delta, serta meninggal satu korban kritis belum dapat dikonfirmasi secara resmi kepada pihak terkait karena tidak ada jaringan sinyal di Pulau Serasan hingga Selasa sore.
Untuk diketahui para pejabat mulai dari bupati hingga kepala dinas, dan Polres Natuna, saat ini masih berada di lokasi dan tidak bisa dihubungi karena terkendala sinyal. ***














