Nasional
Gunung Semeru Erupsi dengan Tinggi Kolom Abu yang Meningkat dari 500 – 900 Meter

Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi untuk ketiga kalinya hari ini, Minggu (28/12/2025), pukul 07:13 WIB. Dengan tinggi kolom letusan teramati ± 900 m di atas puncak (± 4576 m di atas permukaan laut). (PVMBG)
FAKTUAL INDONESIA: Dari pengamatan tiga kali erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, Minggu (28/12/2025) pagi, tinggi kolom abu letusan yang dilontarkan terlihat meningkat.
Pada erupsi pertama pukul pukul 04:59 WIB, Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu melontarkan tinggi kolom abu ± 500 m di atas puncak (± 4176 m di atas permukaan laut).
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik,” tulis Yadi Yuliandi, Amd, petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gologi (PVMBG), dalam laporannya seperti terpantau di laman pvmbg.
Baca Juga : Gunung Semeru Alami Erupsi Lagi, Tinggi Letusan Capai 900 Meter
Kemudian menurut laporan petugas PVMBG, Sigit Rian Alfian, pada pukul 07:05 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 800 m di atas puncak (± 4476 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 128 detik.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 28 Desember 2025, pukul 07:13 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 900 m di atas puncak (± 4576 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 90 detik,” demikian laporan dari Sigit Rian Alfian.
Baca Juga : Gunung Semeru Alami 46 Kali Gempa Letusan, Asap Kawah Tidak Teramati
Untuk Gunung Semeru yang berstatus level III atau Siaga, PVMBG memberikan rekomendasi sebagai berikut:
- Tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
- Tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
- Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***














