Connect with us

Nasional

Bencana Aceh dan Sumatera: Korban Meninggal Dunia Capai 1.138 Jiwa, Dalam Pencarian 163 Orang

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Bencana Aceh dan Sumatera: Korban Meninggal Dunia Capai 1.138 Jiwa, Dalam Pencarian 163 Orang

Jumlah korban yang meninggal dunia dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat mencapai 1.138 orang hingga Minggu (28/12/2025) pagi ini. (Ist)

FAKTUAL INDONESIA: Hingga Minggu (28/12/2025) pagi, jumlah korban yang meninggal dalam bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) mencapai 1.138 jiwa. Demikian data yang dipanatau dalam situs resmi BNPB pada Minggu pagi.

Selain itu, BNPB juga mencatat jumlah orang yang masih hilang berjumlah 163 orang. Total yang mengungsi 449,9 ribu.

Pada 52 kabupaten/kota yang terdampak bencana itu fasilitas kesehatan (Puskris) 215 rusak, fasilitas Pendidikan (Kemdiknas) 3.188 rusak, rumah ibadah 806 rusak, jembatan (PUPR) 97 terputus, jalan (PUPR) 99 terputus.

Tercatat pula total 171.379 rumah rusak yang terdiri dari 74.578 rusak ringan, 53.058 rusak berat dan 43.743 rusak sedang.

Baca Juga : Presiden Prabowo Percepat Rampungkan Kampung Haji dan Hunian Warga Terdampak Bencana

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa terjadi penambahan jumlah korban meninggal dibandingkan hari sebelumnya.  Sebelumnya tercatat 1.135 korban meninggal dunia, kemudian ada penambahan di Aceh dan Sumatra.

Advertisement

Abdul Muhari menjelaskan, dari total korban terdampak, 163 orang masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian terus dilakukan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan di sejumlah kabupaten dan kota terdampak.

“Ada 163 nama yang masih dalam pencarian. Basarnas menyatakan operasi pencarian masih terus dilakukan di beberapa kabupaten/kota di tiga provinsi yang masih memiliki daftar korban hilang,” terangnya.

Baca Juga : Respon Cepat Pasca Bencana Aceh dan Sumatera, Menteri ESDM Bahlil Kirim 1.000 Genset dan 3.000 Kompor Gas

Seiring percepatan pemulihan infrastruktur dan layanan dasar, BNPB mencatat jumlah pengungsi berangsur menurun menjadi 457.255 jiwa. Puncak jumlah pengungsi di tiga provinsi terdampak terjadi pada 7–10 Desember 2025.

Pembukaan akses jalan, kelancaran distribusi logistik, serta pemulihan layanan dasar menjadi faktor utama turunnya jumlah pengungsi.  “Penurunan jumlah pengungsi menjadi indikator awal bahwa upaya pemulihan mulai berdampak, meski pekerjaan besar masih harus diselesaikan,” kata Abdul Muhari.

Baca Juga : Masyarakat Terdampak Bencana Aceh – Sumatera Selain Dapat BLT juga Bantuan Khusus dan Santunan Korban

Sejumlah daerah terdampak di Aceh telah menetapkan status transisi darurat, menandai pergeseran dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal (early recovery). Pada fase ini, pemerintah tetap memprioritaskan lima agenda utama, yakni pencarian dan pertolongan, pemenuhan kebutuhan dasar, pembukaan akses transportasi, pemulihan komunikasi, serta pemulihan energi dan air bersih.

Advertisement

“Secara paralel, pemerintah mulai mempercepat pembangunan hunian sementara dan menyiapkan hunian tetap bagi warga terdampak,” ujar Abdul Muhari.

Pemerintah menegaskan, penanganan bencana di Sumatra akan terus dilakukan secara terkoordinasi melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, BUMN, swasta, relawan, dan masyarakat, guna memastikan korban tertangani dengan baik serta kawasan terdampak dapat pulih dan dibangun kembali secara lebih aman dan berkelanjutan. ***

Lanjutkan Membaca