Connect with us

Nasional

Gunung Semeru Alami 46 Kali Gempa Letusan, Asap Kawah Tidak Teramati

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Gunung Semeru Alami 46 Kali Gempa Letusan, Asap Kawah Tidak Teramati

Gunung Semeru di perbatasan Kabpuaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, yang dalam status level III (Siaga), tertutup Kabut 0-II hingga Kabut 0-III sehingga asap kawah tidak teramati, Sabtu (20/12/2025). (PVMBG)

FAKTUAL INDONESIA: Gunung Semeru yang terletak  Kabupaten/Kota Lumajang, Malang, Jawa Timur tercatat mengalami 46 kali gempa letusan/erupsi, 4 kali gempa guguran dan 10 kali gempa hembusan dalam periode 12:00 – 18:00 WIB, Sabtu (20/12/2025).

Berdasarkan laporan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gologi (PVMBG), Sigit Rian Alfian, Gunung Api Semeru dengan posisi geografis di Latitude -8.108°LU, Longitude 112.92°BT dan memiliki ketinggian 3676 mdpl, didominasi 46 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 10-22 mm, dan lama gempa 65-138 detik. Juga terjadi 4 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2 mm dan lama gempa 41-49 detik.

Baca Juga : Siaga, 11 Kali Erupsi Gunung Semeru Lontarkan Letusan Setinggi 1.000 Meter

“Gunung Semeru juga mengalami 10 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3-7 mm, dan lama gempa 39-55 detik. 1 kali Harmonik dengan amplitudo 7 mm, dan lama gempa 109 detik,” tulis Sigit dalam laporannya seperti dilansir laman PVMBG.

Sigit melanjutkan, berdasarkan pengamatan visual, Gunung Semeru tertutup Kabut 0-II hingga tertutup Kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

“Cuaca mendung hingga hujan, angin lemah ke arah selatan,” tulisnya lagi.

Advertisement

PVMBG memberikan rekomendasi  kepada masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Baca Juga : Gunung Semeru Kembali Tunjukkan Aktivitas, Luncurkan Lava Sejauh Hingga 1 Km

Kemudian tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

“Mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.” ***

Advertisement
Lanjutkan Membaca
Advertisement