Connect with us

Ekonomi

Kerja Sama Ketenagakerjaan Keperawatan Indonesia – Jerman, Tonggak Penting Penempatan Pekerja Migran di Eropa

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, turut mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pertemuan kenegaraan menyambut kunjungan resmi Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin 15 Juni 2026.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, turut mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam pertemuan kenegaraan menyambut kunjungan resmi Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Istana Merdeka, Jakarta,  Senin 15 Juni 2026. (KP2MI)

FAKTUAL INDONESIA: Pemerintah Indonesia dan  Jerman resmi menyepakati Letter of Intent (LoI) terkait Global Skills Partnership yang berfokus pada bidang keperawatan.

Kesepakatan itu dilakukan pada pertemuan kenegaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Pertemuan tingkat tinggi dua kepala negara ini fokus pada penguatan kemitraan strategis kedua negara, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Penguatan kemitraan ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Indonesia dalam memperluas akses pasar kerja internasional sekaligus meningkatkan perlindungan bagi tenaga kerja domestik.

Langkah strategis ini akan terus diwujudkan melalui penguatan kerja sama bilateral dengan negara-negara mitra strategis guna membuka peluang emas bagi talenta terbaik bangsa di kancah global.

Advertisement

“Kesepakatan ini menjadi tonggak penting bagi penempatan Pekerja Migran Indonesia sektor formal di Eropa,” kata Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin yang turut mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan kenegaraan itu.

Menteri Mukhtarudin menyatakan bahwa kolaborasi tersebut dirancang untuk menciptakan ekosistem penempatan tenaga kerja yang ideal. Melalui skema ini, kata Menteri P2MI, tenaga kesehatan asal Indonesia akan mendapatkan pelatihan berstandar internasional sebelum diberangkatkan, sehingga siap bersaing di pasar kerja Jerman yang dikenal memiliki standar kualifikasi tinggi.

“Ini adalah langkah konkret pemerintah untuk memastikan talenta keperawatan kita tidak hanya mendapatkan peluang kerja yang luas di luar negeri, tetapi juga jaminan bahwa mereka bekerja melalui jalur yang aman, legal, transparan, dan berkualitas,” ujar Mukhtarudin.

Perluasan ke Sektor Teknologi Masa Depan

Selain sektor keperawatan, koridor kerja sama Global Skills Partnership ini juga membuka ruang yang lebih luas bagi pengembangan talenta Indonesia di sektor-sektor masa depan (future jobs). Jerman dan Indonesia sepakat untuk menjajaki peningkatan keterampilan (upskilling dan reskilling) di bidang teknologi tingkat tinggi (high-tech), digitalisasi, dan industri hijau.

Advertisement

Program pelatihan komprehensif akan disusun guna menyelaraskan kompetensi pekerja Indonesia dengan kebutuhan riil industri global saat ini. Hal ini diharapkan mampu memicu transfer pengetahuan (transfer of knowledge) ketika para pekerja tersebut kembali ke tanah air kelak.

Prabowo Beri Apresiasi

Presiden Prabowo secara resmi menyampaikan apresiasi mendalam atas penguatan sinergi strategis antara Indonesia dan Jerman di sektor ketenagakerjaan.

Prabowo menegaskan bahwa sektor kesehatan, khususnya keperawatan, merupakan salah satu pilar kekuatan talenta Indonesia yang siap bersaing secara global dengan standardisasi yang tepat.

“Di bidang tenaga kerja kesehatan, kami sangat apresiasi penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan,” ujar Prabowo.

Advertisement

Lebih lanjut, Kepala Negara menyampaikan bahwa visi Indonesia tidak berhenti pada sektor domestik dan kesehatan saja. Prabowo secara lugas mendorong Pemerintah Jerman untuk memperluas komitmen ini ke industri-industri yang padat teknologi dan membutuhkan keahlian khusus bagi Generasi muda di masa depan.

“Indonesia juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi (high-tech),” ujar Presiden Prabowo, menegaskan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang berorientasi pada transfer teknologi dan peningkatan kualitas SDM.

Investasi Jangka Panjang

Pernyataan Prabowo ini mempertegas langkah taktis yang diambil oleh Menteri P2MI, Mukhtarudin. Menurut Mukhtarudin, kerja sama ini didesain bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja (demand) di Jerman, melainkan sebagai investasi jangka panjang Indonesia.

Melalui perluasan ke sektor teknologi tingkat tinggi yang digaungkan oleh Prabowo, Mukhtarudin berharap generasi muda Indonesia dapat menyerap etos kerja, ekosistem inovasi, dan keahlian mutakhir dari salah satu negara industri termaju di dunia tersebut.

Advertisement

Dengan adanya kesepakatan strategis ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian P2MI menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi penyedia tenaga kerja, tetapi juga pelindung utama hak-hak warga negara di luar negeri.

“Penguatan kompetensi yang terstruktur dan kepatuhan penuh pada jalur prosedural, kerja sama bilateral ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan talenta profesional Indonesia di panggung global, sekaligus membawa pulang inovasi demi kemajuan industri di tanah air,” imbuh Mukhtarudin.

Imbauan kepada Calon Pekerja Migran

Mukhtarudin mengimbau seluruh masyarakat, khususnya generasi muda yang berminat meniti karier di luar negeri, untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Pemerintah berkomitmen penuh menyediakan fasilitas pelatihan bahasa dan kompetensi teknis yang memadai.

“Peluang kerja dunia kini terbuka sangat lebar, salah satunya ke Jerman. Kami meminta masyarakat untuk memanfaatkan momentum ini dengan terus meningkatkan kompetensi diri. Pastikan untuk selalu menggunakan jalur resmi dan prosedural demi keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan selama bekerja di negara penempatan,” pungkas Mukhtarudin seperti dilansir laman Kementerian P2MI, Rabu (17/6/2026).***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement