Nasional
Gempa M5,0 Guncang Gorontalo Sabtu Petang, Tidak Berdampak Tsunami

Gempa bumi terjadi di Timur Laut Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (20/12/2025), pukul 17:33:27 WIB dengan magnitudo M 5,0 pada kedalaman 124,137 km. (PVMBG)
FAKTUAL INDONESIA: Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo M 5,2 dengan kedalaman hiposenter 102 km mengguncang Timur Laut Pohuwato, Gorontalo, Sabtu (20/12/2025) pukul 17.33 WIB.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 0,47 LU – 121,96 BT, di Timur Laut Pohuwato, Prov. Gorontalo. Menurut informasi dari USGS, pusat gempa berada pada koordinat 0,4946 LU – 121,8893 BT dengan magnitudo M 5,0 pada kedalaman 124,137 km.
Baca Juga : Gempa M7,5 Guncang Timur Laut Jepang, Peringatan Tsunami Dinyalakan, Ribuan Penduduk Diperintahkan Mengungsi
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Gologi (PVMBG) dalam analisanya mengemukakan, gempa bumi ini dirasakan dengan skala MMI IV di Pohuwato dan Boalemo, III di Gorontalo, Bonebolango, Buol, dan Tolitoli, II-III di Kab. Gorontalo, serta II di Kab. Gorontalo Utara. Hingga laporan ini dibuat, belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut Badan Geologi, daerah ini terletak pada Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi Menengah hingga Tinggi.
“Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami,” tulis PVMG dalam situsnya, Sabtu, pukul 20.06.
Meskipun demikian PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
Baca Juga : Gempa 2.8 Magnitudo Guncang Bantul, Pagi Ini
Kemudian masyarakat diharapkan melakukan pemeriksaan mandiri terkait kondisi bangunan setelah terjadi gempa bumi dan diimbau mengamati dan mematuhi rambu evakuasi. Masyarakat juga diimbau menjauhi daerah tebing yang berpotensi terjadi gerakan tanah, terutama saat terjadi hujan.
“Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak diikuti oleh bahaya ikutan, seperti retakan tanah, penurunan lahan, likuefaksi dan longsoran. Bangunan di daerah rawan gempa bumi diharapkan dapat mengikuti kaidah bangunan tahan gempa, guna menghindari risiko kerusakan, serta dilengkapi dengan jalur evakuasi,” tulis PVBMG lagi. ***














