Connect with us

Kesehatan

Kenali 4 Bahaya Oversharing di Media Sosial bagi Kesehatan Mental

Avatar

Diterbitkan

pada

bahaya oversharing

Ilustrasi media sosial (Sumber: Istimewa)

FAKTUAL-INDONESIA: Kehadiran media sosial saat ini tentu sangat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan informasi. Tak jarang pengguna media sosial kerap membagikan momen keseharainnya. Bahkan, ada yang membagikannya hingga oversharing. Padahal, ada bahaya oversharing di media sosial yang jarang disadari.

Saat ini memang sangat wajar membagikan foto dan video terkait kegiatan sehari-hari di media sosial. Namun jangan sampai berlebihan atau oversharing. Oversharing merupakan kegiatan membagikan informasi di media sosial secara berlebihan berupa visual ataupun audio visual.

Perlu diketahui, oversharing sering dianggap mengganggu oleh oleh followers atau teman-teman pengikut di akun media sosial Anda. Tak jarang kebiasaan ini bisa menjadi gejala gangguan psikologis tertentu. Selain itu, oversharing juga dapat memicu timbul cyber crime.

Membagikan aktivitas di media sosial di akun pribadi merupakan ranah pribadi sepenuhnya. Ingatlah, saat membagikan sebuah informasi secara online, kendali sudah bukan lagi di tangan Anda. Agar tidak terkena dampak atau bahaya oversharing, bijaklah dalam menggunakan media sosial.

Baca juga: 8 Dampak Media Sosial Sisi Positif dan Negatif yang Harus Anda Ketahui

Berikut beberapa bahaya oversharing di media sosial yang telah faktualid.com rangkum dari klikdokter dan sehatq.

Advertisement

1. Kejahatan siber

Bahaya oversharing yang pertama yaitu membuka pintu kejahatan siber atau cyber crime. Berlebihan memberikan informasi di dunia maya sama saja Anda memberikan kesempatan orang melakukan kegiatan jahat terhadap Anda.

Bisa saja followers Anda mempunya niat jahat di malam hari setelah Anda melemparkan informasi berupa foto atau video. Tidak menutup kemungkinan ketika Anda menyertakan lokasi dimana Anda berada, justru mempermudah penguntit untuk mengikuti dan mencelakai Anda.

Selain itu, hindari menyertakan identitas pribadi, seperti nama lengkap, alamat, tanggal lahir, hingga nomor identitas. Data tersebut dapat dimanfaatkan dan disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

2. Kesehatan mental menurun

bahaya oversharing

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Terlalu sering membagikan informasi di dunia maya ternyata bisa menyebabkan kesehatan mentan menurun. Menurut seorang ahli psikologi, bahaya oversharing dapat membuat kesehatan mental menurun.

Membagikan informasi secara berlebih kepada orang bisa merugikan diri pelakunya, terlebih jika tanggapan orang malah mengabaikan atau bahkan memberikan respons atau komentar negatif. Hal inilah yang memicu terganggunya kesehatan mental karena individu tersebut merasa tidak berharga dan tidak diperhatikan.

3. Munculnya kecemasan

Bahaya oversharing berikutnya yaitu menyebabkan kecemasan. Kebiasaan oversharing mampu menimbulkan rasa kebencian orang lain terhadap si individu. Meski Anda membagaikan momen membahagiakan, netizen belum tentu menyukai apa yang dilakukan. Justru mereka bisa membeci video yang dibagikan.

Advertisement

Baca juga: Perlu Diketahui, 7 Cara Menjaga Kesehatan Mental

Dikhawatirkan, tanggapan negatif orang lain membahayakan mental individu tersebut. Cibiran negatif akan masuk dan terngiang-ngiang di kepala sehingga menimbulkan kecemasan karena membandingkan diri sendiri dengan orang lain yang kerap melakukan sharing juga.

4. Perundungan atau bullying

Salah satu bahaya oversharing lainnya adalah perundungan atau bullying. Bukan hanya di dunia nyata saja, kegiatan-kegiatan di dunia maya juga dapat dijadikan bahan bullying oleh pengguna media sosial.

Jangankan pengalaman buruk, sekedar menyampaikan pendapat saja bisa menjadi sumber masalah baru. Ini bisa berdampak buruk pada kesehatan mental orang yang mengalaminya jika mengalmai perundungan.

Pasalnya, yang menurut Anda benar justru akan dicibir oleh netizen. Dampaknya luar biasa, bahkan bisa berlangsung cukup lama dengan dampak yang merusak.

Tips menghindari bahaya oversharing

bahaya oversharing

Foto Ilustrasi (Istimewa)

Mengingat risiko atau bahaya oversharing diatas, sebaiknya hentikan kebiasaan ini agar kenyamanan dan privasi Anda tetap terjaga. Berikut tips menghindari dampak buruk yang ditinggalkan:

  • Ganti media untuk berbagai.

Sebaiknya, curahkan perasaan yang ingin diungkapkan dengan bercerita kepada orang terdekat agar mendapatkan feedback secara langsung dibandingkan membagikannya di media sosial.

  • Hindari membagaikan informasi pribadi

Hindari mem-posting hal-hal berbau informasi pribadi seperti barang milik pribadi atau masalah pribadi yang sedang dialami. Hal tersebut bisa memicu kejahatan siber.

  • Simpan foto

Di jaman sekarang ini, beberapa orang sangat wajib untuk mem-posting kegiatan, terutama ketika liburan. Hal tersebut sebenarnya sah-sahnya namun hindari terlalu banyak mem-posting. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, simpan foto atau video di dalam ponsel Anda. Bagikan momen yang paling tidak menarik perhatian orang.

Itulah beberapa bahaya oversharing dan cara menghindarinya. Gunakan media sosial dengan bijak. Berikan informasi yang bermanfaat untuk orang lain dan hindari memberikan data pribadi di media sosial. Semoga bermanfaat.***

Advertisement

Baca juga: Cegah Kekerasan Seksual, Sekolah Perlu Terapkan Inklusivitas dan Toleransi

Lanjutkan Membaca
Advertisement