Ekonomi
IHSG BEI Hari Jumat 18 September 2026: Terpangkas Imbas Suku Bunga BoJ Naik, Selanjutnya Konsolidasi
FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (18/9/2026). Sempat perkasa di zona hijau pada sesi pertama, IHSG berbalik arah ke zona merah di sesi kedua akibat tersengat sentimen pengetatan moneter global, khususnya kenaikan suku bunga acuan dari Bank of Japan (BoJ).
IHSG ditutup tergerus 21,27 poin atau 0,33% ke level 6.441,16. Sementara itu, indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) terkoreksi lebih dalam sebesar 8,13 poin atau 1,25% ke posisi 640,25.
Padahal saat pembukaan perdagangan pagi hari, IHSG sempat melesat 50,14 poin (0,78%) ke posisi 6.512,57, didorong optimisme awal pelaku pasar sebelum tekanan aksi jual meluas di sesi kedua.
Pasar Incar Pertemuan Trump-Xi
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa pelemahan IHSG dipicu oleh langkah tegas Bank of Japan yang menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 1,25%. Langkah BoJ ini menyusul keputusan Bank Sentral AS (The Fed) yang lebih dulu mengerek suku bunga 25 bps ke kisaran 3,75%–4,00%.
“Langkah itu menegaskan tren pengetatan moneter global di tengah risiko inflasi yang masih tinggi,” kata Ratna Lim seperti dilansir Media Indonesia.
Di sisi lain, perhatian pelaku pasar global juga tertuju pada rencana pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan depan. Meski ada harapan perbaikan hubungan bilateral dua raksasa ekonomi dunia tersebut, investor cenderung bersikap hati-hati akibat bayang-bayang sanksi dagang, tarif, serta ketegangan geopolitik.
Bursa regional Asia sendiri bergerak mayoritas menguat sore ini:
- Nikkei (Jepang): +1,52% ke 65.114,00
- Kospi (Korsel): +2,66% ke 6.894,23
- Shanghai Composite (China): +0,94% ke 3.911,87
- Hang Seng (Hong Kong): +0,60% ke 24.750,78
- Straits Times (Singapura): -0,08% ke 5.656,11
Prediksi Senin, 21 September 2026
Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan fase konsolidasi pada awal pekan depan. Kendati demikian, fase konsolidasi ini dinilai positif sebagai area titik jenuh sebelum indeks kembali bergerak naik (rebound).
Untuk strategi perdagangan Senin (21/9/2026), William seperti dilansir Kontan menyarankan investor mencermati emiten sektor pertambangan dan kelompok saham konglomerasi, khususnya emiten yang terafiliasi dengan Grup Haji Isam.
Beberapa saham pilihan yang patut dipantau antara lain:
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN)
- PT Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU): Target harga di level 000
PT Samudera Indonesia Tbk / PT Soechi Lines Tbk (SOCI): Target harga di kisaran Rp680 – Rp700
Statistik Perdagangan & Pergerakan Sektor
Perdagangan hari ini membukukan frekuensi transaksi sebanyak 1,90 juta kali dengan volume mencapai 31,72 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp19,24 triliun. Sebanyak 212 saham menguat, 464 saham melemah, dan 287 saham stagnan.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, mayoritas sektor berada di zona merah:
- Sektor Menguat: Barang Konsumen Non-Primer (+0,17%).
- Sektor Melemah: Properti mengalami penurunan paling tajam (-1,17%), disusul Sektor Kesehatan (-1,16%) dan Sektor Keuangan (-1,15%).
Top Gainers & Top Losers:
- Top Gainers: NASI, TRUE, BAJA, KICI, dan WAPA.
- Top Losers: FORU, TCPI, AGAR, JARR, dan AYLS. ***













