Connect with us

Kesehatan

Cegah Penularan Hepatitis B Anak Dalam Kandungan, Ibu Hamil Dianjurkan Konsumsi Tenofovir

Diterbitkan

pada

Ilustrasi

FAKTUAL-INDONESIA: Cegah penularan Hepatitis B saat bayi masih dalam kandungan, sang ibu ketika hamil dianjurkan konsumsi antivirus Tenofovir.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun mengintensifkan upaya penanggulangan penyakit Hepatitis B pada kaum ibu hamil melalui pemberian obat itu sehingga dapat mencegah penularan pada anak yang sedang dikandung.

“Dalam program penanggulangan Hepatitis B, ibu hamil adalah salah satu populasi berisiko yang menjadi prioritas untuk intervensi dalam rangka mencegah penularan dari ibu ke anak yang dikandungnya,” kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu dalam Webinar Hari Hepatitis Sedunia yang diikuti dari YouTube Kemenkes  di Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Salah satu intervensi yang telah dilaksanakan, tuturnya, yaitu deteksi dini Hepatitis B pada ibu hamil yang dilaksanakan sejak 2014. Setiap tahunnya jumlah ibu hamil yang tidak dideteksi semakin meningkat.

Hingga 2021, sebanyak 2.946.000 ibu hamil menjalani deteksi dini dan diketahui sebanyak 1,6 persen atau 47.550 ibu hamil terdeteksi positif terinfeksi Hepatitis B.

Advertisement

“Ini berarti, ibu hamil tersebut dapat menularkan Hepatitis B kepada anak yang dikandungnya,” katanya.

Untuk mencegah hal itu terjadi, ujarnya, maka dilakukan pemberian obat antivirus Tenofovir kepada ibu hamil pada usia kehamilan 8 pekan.

Adapun pelaksanaan kegiatan ini telah dilaksanakan di beberapa negara endemis Hepatitis B dan merupakan salah satu intervensi yang dapat dipilih untuk mencegah penularan Hepatitis B pada ibu hamil sesuai dengan pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut dia pemberian obat Tenofovir di Indonesia mulai dilaksanakan di Rumah Sakit Wahidin Makassar, Sulawesi Selatan, dan Rumah Sakit Karyadi Semarang, Jawa Tengah.

Pemberian obat antivirus Tenofovir untuk mencegah penularan Hepatitis B dari ibu ke anak kini diperluas di enam provinsi, yaitu DKI Jakarta, Lampung, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.

Advertisement

Terdapat 10 kabupaten/kota penyelenggara pemberian antivirus tersebut. Maxi Rein Rondonuwu menyebutkan, Kota Bandar Lampung, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Surabaya, Banjarmasin, Makassar dan Kupang.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement