Connect with us

Kesehatan

BPOM Bolehkan Obat Covid-19 Molnupiravir Dijual di Apotek dan Rumah Obat

Diterbitkan

pada

Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito. (ist)

FAKTUAL-INDINESIA: Pendistribusian atau penjualan obat Covid-19 Molnupiravir tidak di rumah sakit tapi juga apotek.

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito mengatakannya di Jogja Expo Center, Bantul, Sabtu (15/1/2022).

“Biasanya dulu obat-obat yang diberikan izin dalam masa kedaruratan itu sangat ketat pengawasannya. Jadi hanya diberikan di rumah sakit besar, di dalam pengawasan dokter,” ujarnya,

Tapi, sekarang ini, tuturnya, apalagi obatnya ringan ya, dan berbentuk tablet, tidak harus hanya diberikan di rumah sakit. “Ada kemungkinan nanti akan didistribusikan dengan mudah di toko obat, apotek,” ucapnya.

Pemerintah, tuturnya seperti dikutip dari cnnindonesia.com, akan lebih memudahkan masyarakat memperoleh obat produksi perusahaan farmasi Merck itu.

Advertisement

Hal ini berkaca pada peristiwa lonjakan kasus Covid-19 pertengahan tahun lalu imbas varian Delta yang memaksa banyak pasien menjalani isolasi mandiri di rumah akibat sesaknya rumah sakit rujukan.

“Mudah-mudahan nanti tidak terjadi, kalau terjadi lonjakan di waktu awal dengan delta terus kita harus ada banyak isolasi mandiri di rumah tentunya nanti akan ada lagi kebijakan dari pemerintah sehingga memudahkan masyarakat untuk bisa mengakses untuk obat isolasi di rumah atau lokasi masing-masing,” tuturnya.

Penny K. Lukito pun menjelaskan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 merek Merah Putih diperkirakan keluar pada Juli 2022.

“Harapannya adalah sekitar bulan Juli sudah bisa diberikan emergency use authorization dan bisa diproduksi secara massal di tahun 2022 ini,” ujarnya

Sebelumnya, Penny memperkirakan pemberian EUA vaksin tersebut dilakukan pada Juni 2022, setelah sebelumnya molor dari rencana pada Maret 2022.

Advertisement

“Saat ini sedang diproduksi vaksin untuk clincial lot untuk uji klinik. Diharapkan bulan Februari awal uji klinik vaksin Merah Putih Unair dan PT Biotis Pharmaceuticals dapat berlangsung dengan kira-kira bulan Juni bisa mendapat EUA,” katanya, dalam konferensi pers, Senin (10/1/2022).

Penny melanjutkan vaksin hasil pengembangan Universitas Airlangga (Unair) dan PT Biotics Pharmatical itu telah melewati tahapan uji praklinis. Rencananya, vaksin Merah Putih mulai memasuki masa uji klinis fase pertama dalam waktu dekat.***

Lanjutkan Membaca
Advertisement