Connect with us

Lifestyle

8 Efek Samping Sedot Lemak yang Perlu Kamu Waspadai

Diterbitkan

pada

efek samping sedot lemak

ilustrasi: efek samping sedot lemak

FAKTUAL INDONESIA – Sedot lemak adalah suatu prosedur bedah dengan teknik penyedotan untuk membuang lemak dari area tertentu di tubuh. Saat ini banyak orang yang melakukan sedot lemak, terutama untuk wanita yang bertujuan untuk mempercantik diri. Namun, ada beberapa efek samping sedot lemak juga yang harus diketahui. Beberapa area yang paling sering dilakukan untuk sedot lemak adalah perut, panggul, paha, bokong, lengan, leher dan dagu. Beberapa orang melalukan sedot lemak untuk memperbaiki penampilan tubuh. Tidak mengherankan, karena sedot lemak bisa membuat jaringan lemak menipis dalam waktu singkat. 

Sebagai salah satu operasi yang cukup serius, sedot lemak bisa memiliki sejumlah risiko dan efek samping. Metode menghilangkan lemak ini bisa menimbulkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang pada kesehatan tubuh. Itu sebabnya, kamu perlu bertanya kepada dokter untuk menjelaskan semua potensi dari bahaya sedot lemak. Di bawah ini beberapa risiko efek samping dan masalah yang terjadi, baik pada saat maupun setelah prosedur sedot lemak dilakukan yang faktualid.co bisa rangkumkan untukmu.

Efek Samping Sedot Lemak

  1. Terbentuknya Jaringan Parut

    Efek samping sedot lemak pertama yang akan terjadi jika melakukan sedot lemak adalah bisa terbentuknya jaringan parut. Pada orang-orang yang sensitif, bekas luka operasi penyedotan lemak mungkin saja tidak akan sembuh seperti semula. Kondisi tersebut bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut (penebalan area kulit bekas luka) atau jaringan hipertrofik (penebalan yang berwarna merah keunguan).

  2. Kulit yang Mengendur

    Efek samping sedot lemak lainnya adalah terjadinya kulit yang mengendur. Kulit pada area tertentu rentan melemah setelah dilakukannya prosedur sedot lemak. Kulit yang mengendur mungkin disebabkan jumlah lemak yang disedot serta kurangnya penarikan kulit yang optimal. Area kulit yang rentan terhadap kulit ini meliputi perut, lengan dan paha.

    Baca juga: Perut buncit? Nih! Tips Jitu untuk Hancurkan Lemak di Perut

  3. Infeksi

    Sebenarnya, kasus infeksi setelah menjalani sedot lemak cukup jarang terjadi, yaitu kurang dari 1%. Namun, masalah ini tetap bisa terjadi akibat adanya hematoma pada jaringan subkutan yang terinfeksi bakteri. Infeksi juga berisiko terjadi pada pasien yang tidak mengontrol diabetesnya dengan baik saat menjalani prosedur sedot lemak. Oleh karena itu, pasien diabetes harus mengontrol kadar gula darah dan glikemiknya dengan baik sebelu operasi guna menghindari kondisi ini.

  4. Edema

    Edema atau pembengkakan termasuk salah satu efek samping yang paling sering diantisipasi usai menjalani sedot lemak. Kondisi ini merupakan reaksi normal jaringan tubuh terhadap trauma dari kanula (pipa kecil penyedot lemak). Edema akibat sedot lemak bisa kamu atasi dengan menggunakan kompresi selama 4 – 6 minggu. Umumnya, gejala edema ini akan terlihat 24 – 48 jam setelah operasi dan akan t erus berkembang selama 10 – 14 hari pertama.

    Kamu mungkin akan merasa benjolan ini agak lembut tanpa tanda-tanda peradangan. Setelah itu, sisa cairan, serum dan lemak yang terurai akan diserap tubuh sehingga pembengkakan berubah menjadi lebih keras. Bila edema akibat sedot lemak ini disertai rasa sakit yang bertahan lebih dari 6 minggu, kondisi ini mungkin terjadi akibat adanya luka bakar internal. Jika hal ini terjadi, sedera periksakan diri ke dokter.

  5. Seroma

    Seroma merupakan penumpukan cairan bening pada luka di daerah yang disedot. Masalah ini disebabkan oleh trauma jaringan yang berlebihan dan dipicu oleh kerusakan jaringan fibrosa (jaringan ikat) yang luas akibat sedot lemak. Kerusakan jaringan tersebut mengarah pada pembentukan rongga tunggal yang mungkin terjadi akibat adanya salah pada limfatik.

  6. Perubahan Warna Kulit

    Efek samping sedot lemak selanjutnya adalah perubahan warna kulit. Perubahan warna kulit atau hiperpigmentasi kulit setelah dilakukannya prosedur sedot lemak bisa terjadi karena berbagai faktor sepeti tekanan pada pakaian kompresi, gesekan berlebihan pada area sayatan, paparan sinar matahari hingga penggunaan obat-obatan seperti minocycline dan pil kontrasepsi.

  7. Kontur Tubuh yang tidak Beraturan

    Efek samping lainnya dari sedot lemak adalah membuat kontur tubuh menjadi tidak beraturan. Setelah jaringan lemak disedot, kulit bagian atas bisa mengalami perubahan kontur sesuai dengan kadar elastisitas dan ketebalan kulit. Bila elastisitas kulit baik, kulit di atasnya akan menempel dengan rata dan halus seperti kondisi awalnya.

    Namun, jika kulit kamu tipis dan elastisitasnya kurang baik, kulit di area yang disedot lemak bisa tampak longgar dan bergelambir. Kondisi ini juga bisa terjadi ketika jumlah lemak yang disedot cukup banyak. Selain itu, proses penyembuhan yang kurang baik bisa menyebabkan kontur kulit setelah tindakan, misalnya kulit menjadi tampak bergelombang.

  8. Risiko Lainnya

    Efek samping sedot lemak terakhir adalah dapat menyebabkan risiko lainnya. Selain beberapa efek samping dan risiko sedot lemak yang telah disebutkan, ada pula berbagai masalah kesehatan lainnya yang bisa terjadi seperti nekrosis kulit (kematian sel-sel kulit), gumpalan lemak, penyakit jantung dan penyakit ginjal, hipotermia, kehilangan darah, hingga trombisis vena dalam (DVT).***

Lanjutkan Membaca
Advertisement