Home Ekonomi Industri Pabrik Pindah ke Daerah Lain, Pengangguran di Banten Meningkat

Industri Pabrik Pindah ke Daerah Lain, Pengangguran di Banten Meningkat

oleh Marpi
Salah satu pabrik sepatu yang pindah ke daerah lain. (Ist)

Salah satu pabrik sepatu yang pindah ke daerah lain. (Ist)

FAKTUALid – Fenomena industri pabrik yang pindah keluar provinsi Banten membuat angka pengangguran di provinsi tersebut meningkat tajam. Untuk mencegah hal ini tidak berkepanjangan, pemerintah daerah harus mengambil langkah-langkah pencegahan.

Penegasan ini disampaikan Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Andi Achmad Dara saat mengikuti BKSAP Day bertema ‘Optimalisasi Diplomasi Parlemen DPR untuk Pemulihan Ekonomi Provinsi Banten Pasca-Pandemi Covid-19’ di Kota Serang, Banten, Jumat (11/6/2021).

Dikatakan, data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 menyebutkan, memang terjadi kenaikan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Provinsi Banten 10,64 persen dibanding tahun lalu.

Ia menuturkan, perpindahan industri dari Banten, salah satunya ke Jawa Tengah, karena UMR daerah lain lebih kompetitif dan produktivitas pekerjanya lebih baik, sehingga banyak industri yang move on.

“Saya sebagai wakil rakyat dari Banten juga ingin mengajak pemda memikirkan bagaimana agar industri ini tidak pindah, saya kira perlu kita klasterisasi supaya mereka punya pemukiman yang baik, pekerjanya punya fasilitas kesehatan yang baik, bahkan fasilitas pendidikannya juga. Karena pada akhirnya kita juga harus berkompetisi, pemda harus aware, segera mengambil langkah, kira-kira apa yang bisa membuat mereka tidak pindah. Misalnya memberikan semacam insentif oleh pemda dan pemerintah pusat, supaya tidak terjadi semacam kanibalisasi dari suatu daerah pindah ke daerah lain,” kata Andi.

Menurut politisi F-Golkar ini, dalam situasi kondisi Covid-19 ini, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2020 pemerintah telah membuat program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Tetapi pemerintah pusat sendiri sudah memiliki banyak skala prioritas. Untuk itu, masalah pindahnya industri itu sebenarnya pemda yang lebih tahu akar masalahnya, sehingga diharapkan pemda bisa melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat.

“Mengapa bisa terjadi semacam urbanisasi atau kanibalisasi industri-industri ke daerah lain yang dianggap lebih kompetitif. Dan saya juga tidak yakin daerah lain itu kedepan akan lebih kompetitif, karena pasti ekonominya menjadi ekonomi dengan biaya yang tinggi. Sikap kita sudah kaya kebakaran menghadapi banyaknya pengangguran ini,” imbuh legislator dapil Banten III ini seperti dilansir dari media resmi DPR, Minggu (13/6/2021). ***

You may also like

Tinggalkan Komentar