Connect with us

Ekonomi

IHSG BEI Kamis 3 September 2026: Memukau Melesat 72 Poin, Rawan Tertahan Aksi Profit Taking

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Logo sapi Bursa Efek Indonesia (BEI) tampil gagah setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat dari pembukaan hingga penutupan perdagangan Kamis (3/9/2026) yang cerah menghijau. (Foto: Istimewa)

Logo sapi Bursa Efek Indonesia (BEI) tampil gagah setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat dari pembukaan hingga penutupan perdagangan Kamis (3/9/2026) yang cerah menghijau. (Foto: Istimewa)

FAKTUAL INDONESIA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) tampil memukau pada penutupan perdagangan Kamis (3/9/2026). Pasar modal Indonesia berhasil berbalik menguat setelah didorong oleh kembalinya aksi beli investor serta penguatan bursa regional Asia.

IHSG ditutup melesat 72,11 poin atau 1,09 persen ke level 6.667,89. Keperkasaan ini dihiasi kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 dengan naik 3,30 poin atau 0,51 persen ke posisi 655,17.

Sejak pembukaan perdagangan pagi hari tadi, IHSG sudah melangkah di zona hijau dengan bergerak menguat 37,05 poin atau 0,56 persen ke posisi 6.632,83. Naik pula Indeks LQ45 sebesar 3,30 poin atau 0,51 persen ke posisi 655,17.

Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak nyaman di zona hijau dalam rentang low 6.614 hingga high 6.681.

Untuk bursa saham regional Asia, IHSG bergerak seiring dengan  indeks Shanghai yang naik 0,02 persen ke 3.942,09, indeks Kospi menguat 0,26 persen ke 6.579,48, dan indeks Straits Times menanjak 0,06 persen ke 5.747,71. Sedangkan indeks Nikkei melemah 0,18 persen ke 64.208,00, dan  indeks Hang Seng melemah 0,39 persen ke 25.213,31.

Kombinasi Domestik dan Global

Advertisement

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya, Kamis, mengemukakan, penguatan IHSG ditopang kombinasi sentimen domestik dan global. “Sentimen eksternal dan internal menopang menguatnya IHSG,” ujar Nico seperti dikutip dari Metrotv.

Dari eksternal, Nico mengatakan laporan ketenagakerjaan sektor swasta Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan memberikan sentimen positif bagi pasar. Data ADP Employment Change tercatat turun dari 46 ribu menjadi 38 ribu.

Selain itu, komentar Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams dinilai mengindikasikan belum adanya kebutuhan mendesak untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Sentimen positif juga datang dari perkembangan konflik AS-Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan AS yang diperbarui terhadap Iran kemungkinan berlangsung singkat. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran terhadap konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Harga minyak yang lebih rendah turut memberikan ruang terhadap penurunan tekanan inflasi dan biaya energi.

Advertisement

Dari kawasan Asia, Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa Global S&P Jepang meningkat menjadi 52,5 pada Agustus 2026. Sementara itu, Indeks Manajer Umum Sektor Jasa China RatingDog naik menjadi 51,4 pada Agustus 2026 dari 50,4 pada Juli 2026.

“Baik Jepang maupun Tiongkok, peningkatan aktivitas tersebut didukung oleh permintaan domestik yang lebih kuat,” ujar Nico.

Dari dalam negeri, Nico menilai pelaku pasar merespons positif pelantikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. Destry menjadi perempuan pertama yang memimpin bank sentral dan berkomitmen menjaga kebijakan tetap responsif terhadap tantangan ekonomi, sekaligus mendukung stabilitas dan pertumbuhan.

“Respons pasar tersebut seiring berjalan lancarnya proses transisi kepemimpinan di BI sehingga pelantikan tersebut sebagai sinyal akan keberlanjutan kebijakan moneter bank sentral,” ujar Nico.

Prediksi Pergerakan Jumat

Advertisement

Memasuki hari perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (4/9/2026), IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan fase rebound positifnya, meski rawan tertahan oleh aksi profit taking (realisasi keuntungan) jangka pendek.

Proyeksi Teknis Pasar

Secara teknikal, pergerakan IHSG diperkirakan berada dalam rentang pergerakan berikut:

  • Support Level:615 – 6.630
  • Resistance Level:700 – 6.720

Sentimen Pasar yang Patut Dicermati Besok:

  1. Pengujian Level Resisten Psikologis: Apabila IHSG mampu bertahan di atas level 6.650 pada awal sesi perdagangan Jumat, indeks berpeluang menembus level batas 6.700.
  2. Rilis Data Tenaga Kerja AS: Para pelaku pasar akan mencermati data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls) yang rilis di akhir pekan untuk menentukan arah ekspektasi suku bunga global.
  3. Strategi Trading Akhir Pekan: Investor disarankan fokus pada saham-saham blue chip yang memiliki fundamental kuat serta saham sektor barang konsumsi dan perbankan yang responsif terhadap penguatan nilai tukar.

Faktor Utama Pendorong IHSG Hari Ini

Penguatan tajam IHSG pada perdagangan Kamis ditopang oleh beberapa sentimen positif pasar:

  • Sinergi Penguatan Pasar Keuangan: Menguatnya nilai tukar rupiah ke Rp17.679 per dolar AS memberi stimulus positif pada sektor finansial dan konsumer.
  • Respon Positif Proyeksi Ekonomi: Proyeksi pasar global dan proyeksi optimis dari lembaga keuangan internasional—seperti JP Morgan yang memperkirakan IHSG berpotensi menuju level 7.000 hingga akhir tahun—menambah rasa percaya diri investor.
  • Aksi Beli Saham Big Cap: Sejumlah saham berkapitalisasi besar (LQ45) dan sektor perbankan menjadi motor penggerak utama penguatan indeks.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor menguat. Sektor transportasi dan logistik mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,46 persen, diikuti sektor industri 1,99 persen dan sektor barang konsumen primer 1,60 persen. Sementara itu, satu sektor melemah, yakni teknologi yang turun 1,66 persen.

Saham yang mencatat kenaikan harga terbesar antara lain VRNA, TRUK, UANG, NICK, dan FORU. Sedangkan saham yang mengalami penurunan terbesar yakni BELI, BAPA, UDNG, MDIA, dan INTD.

Advertisement

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.471.000 kali transaksi dengan volume perdagangan 39,30 miliar saham senilai Rp18,60 triliun. Sebanyak 415 saham menguat, 228 saham melemah, dan 320 saham tidak bergerak. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement