Home Ekonomi Kemenkeu: Reformasi Perpajakan Disesuaikan dengan Best Practice di Dunia

Kemenkeu: Reformasi Perpajakan Disesuaikan dengan Best Practice di Dunia

oleh Bambang

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu. (ist)

FAKTUALid – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, menegaskan reformasi perpajakan pada 2022 senantiasa memperhitungkan dampak terhadap perekonomian nasional. Karenanya reformasi yang dilakukan sesuai dengan best practice di seluruh dunia.

“Pasti kami lakukan analisis yang mendalam, jadi kalaupun ada perubahan pasti dampak terhadap perekonomiannya selalu kami perhitungkan dengan sangat terukur,” terang Febrio saat konferensi pers secara daring, Jumat (4/6/2021).

Dijelaskan Febrio, reformasi perpajakan merupakan upaya untuk meningkatkan penerimaan negara secara berkelanjutan dan diarahkan sesuai struktur ekonomi yang terus mengalami perubahan. “Bukan hanya perekonomian Indonesia, perekonomian seluruh dunia mengalami perubahan. Bagaimana struktur pemajakannya harus semakin sesuai dengan perubahan struktur perekonomian tersebut,” ucap Febrio.

Sebagai contoh pungutan pajak pertambahan nilai (PPM) terhadap perdagangan melalui sistem elektronik sebagai salah satu reformasi perpajakan yang disesuaikan dengan struktur ekonomi saat ini. Reformasi perpajakan di tengah pandemi Covid-19 cocok digabungkan dengan konsolidasi fiskal.

Pemerintah akan berupaya menaikkan penerimaan pajak sehingga defisit APBN pada 2023 dapat kembali di bawah 3 persen. Reformasi pajak tidak hanya dilakukan secara sepihak oleh Indonesia namun juga dilakukan oleh negara-negara yang tergabung dalam G20 yang tengah membahas wacana untuk mengadopsi pajak minimum global.

“Apa yang kita lakukan dalam reformasi perpajakan ini, kami tidak lakukan sendiri, kami juga lakukan sesuai dengan best practice di seluruh dunia,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menekankan tentang perbaikan pada sistem perpajakan dilakukan dalam rangka memulihkan ekonomi dari pandemi Covid-19 karena akan berimplikasi pada kembalinya kesehatan keuangan negara. Sistem perpajakan yang baik akan mampu mendorong penerimaan pajak sebagai salah satu kontributor terbesar dalam sumber pendapatan negara.(***)

Tinggalkan Komentar