Connect with us

Ekonomi

Menperin AGK Tegaskan SDM yang Kompeten Salah Satu Penggerak Utama Meningkatkan Daya Saing Industri Nasional

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menperin AGK Tegaskan SDM yang Kompeten Salah Satu Penggerak Utama Meningkatkan Daya Saing Industri Nasional

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) menegaskan Kemenperin terus memperkuat daya saing industri nasional agar mampu menjawab tantangan dan dinamika global dalam rangka mendukung visi pembangunan nasional Asta Cita. (Kemenperin)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) menegaskan, penguatan sumber daya manusia (SDM) industri merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) secara konsisten menyelenggarakan pendidikan vokasi industri yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Ketersediaan SDM industri yang kompeten menjadi salah satu penggerak utama dalam meningkatkan daya saing industri nasional,” ujar Menperin AGK dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Baca Juga : Menperin AGK: Industri Pengolahan Susu Nasional Harus Mampu Menjawab Kebutuhan Program MBG

Menurut AGK, Kemenperin terus memperkuat daya saing industri nasional agar mampu menjawab tantangan dan dinamika global dalam rangka mendukung visi pembangunan nasional Asta Cita. Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah penyiapan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.

Seperti dilansir laman Kemenperin,  sepanjang tahun 2025, Kemenperin berhasil meluluskan sebanyak 5.386 siswa dan mahasiswa dari 22 unit pendidikan vokasi di bawah naungan Kemenperin. Para lulusan tersebut dibekali kompetensi sesuai kebutuhan industri manufaktur, siap kerja, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi industri. Tingkat serapan lulusan ke dunia industri tercatat mencapai 68 persen saat kelulusan, dan ditargetkan meningkat hingga 100 persen dalam kurun waktu enam bulan setelah kelulusan.

Baca Juga : Menperin AGK Tegaskan INNOPROM 2026 Momentum Tunjukkan Daya Saing Industri Nasional

Sebagai unit kerja Kemenperin yang bertanggung jawab dalam pembangunan SDM industri, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) terus memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai mitra industri dan institusi pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.

Advertisement

Pada Selasa (20/1/2026), BPSDMI berhasil meluluskan mahasiswa Politeknik ATK Yogyakarta yang mengikuti Program Luban–Mozi College, hasil kerja sama dengan perusahaan dan institusi pendidikan asal Tiongkok, yakni Sailun Group dan Qingdao Technical College (QTC).

Politeknik ATK Yogyakarta, sebagai unit pendidikan tinggi vokasi di bawah naungan BPSDMI Kemenperin yang berfokus pada pengembangan kompetensi industri kulit, karet, dan plastik, telah menyeleksi dan mengirimkan 10 mahasiswa untuk mengikuti Program Luban–Mozi College di Tiongkok sejak September 2025.

Baca Juga : Menperin AGK Tegaskan Reformasi Kebijakan Berkelanjutan Solusi Atasi Berbagai Tantangan IKM

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kolaborasi global antara dunia pendidikan dan industri dalam mencetak SDM industri unggul.

“Kami meyakini bahwa pengalaman belajar langsung di lingkungan industri melalui praktik kerja industri internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk smart talent yang siap menghadapi era industri modern,” ujarnya.

Menurut Doddy, SDM industri masa depan tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu beradaptasi dengan transformasi digital dan konsep smart manufacturing yang berkembang pesat.

Advertisement

Baca Juga :  Menperin AGK: IKM Fesyen dan Kriya Memiliki Potensi Besar Menjadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan Berbasis Budaya

Program pendidikan vokasi ini dilaksanakan selama empat bulan dengan memanfaatkan teknologi tinggi, seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), serta mengintegrasikan pembelajaran Bahasa Mandarin sebagai bagian dari penguatan kompetensi global.

Mahasiswa lulusan Program Luban–Mozi College tersebut tercatat sebagai mahasiswa internasional pertama yang dibina langsung oleh Sailun Group dan QTC. Selain itu, sebagian peserta berhasil lulus simulasi ujian kemampuan Bahasa Mandarin HSK Level 3, dan sebagian lainnya lulus simulasi HSK Level-4.

President QTC Xing Guanlu menyatakan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam memperdalam integrasi internasional antara industri dan pendidikan, sekaligus mendukung strategi going global.

Baca Juga : Indonesia Semiconductor Summit 2026: Menperin AGK Jadi Keynote Speaker, Perkuat Industri Semikonduktor

“Saya berharap para peserta dapat membawa kembali ke Indonesia seluruh pengetahuan, pengalaman, dan pemahaman yang diperoleh di Tiongkok, serta menjadi profesional yang mahir berbahasa Mandarin, unggul secara teknis, dan memiliki wawasan budaya yang luas,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari menegaskan komitmen Kemenperin untuk terus melanjutkan dan memperluas pelaksanaan program kelas industri internasional tersebut.

Advertisement

“Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dengan pengiriman angkatan mahasiswa berikutnya, sekaligus memperkuat kerja sama dan ikatan antarinstitusi,” tuturnya.

Para lulusan program ini selanjutnya akan memulai karier profesional di Sailun Manufacturing Indonesia yang berlokasi di Demak, Jawa Tengah, dengan membawa misi menunjukkan kualitas dan daya saing SDM Indonesia di tingkat global. ***

Lanjutkan Membaca
Advertisement