Connect with us

Ekonomi

Menperin AGK Tegaskan INNOPROM 2026 Momentum Tunjukkan Daya Saing Industri Nasional

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Menperin AGK Tegaskan INNOPROM 2026 Momentum Tunjukkan Daya Saing Industri Nasional

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK), Indonesia resmi menjadi Partner Country pada pameran industri internasional bergengsi yang akan diselenggarakan pada 6–9 Juli 2026 di Yekaterinburg, Rusia. (Kemenperin)

FAKTUAL INDONESIA: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (AGK) menegaskan bahwa partisipasi Indonesia sebagai Partner Country Industrial International Exhibition (INNOPROM) 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat branding nasional sebagai negara industri yang kompetitif, inovatif, dan terbuka terhadap kolaborasi internasional.

Menurut Menperin AGK, Indonesia resmi menjadi Partner Country pada pameran industri internasional bergengsi yang akan diselenggarakan pada 6–9 Juli 2026 di Yekaterinburg, Rusia itu. Penetapan ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk menunjukkan kemampuan, daya saing, serta kesiapan industri nasional di hadapan dunia.

“Partisipasi Indonesia sebagai Partner Country INNOPROM 2026 merupakan momentum penting untuk menunjukkan kemampuan dan daya saing industri nasional di hadapan dunia. Indonesia ingin hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai mitra strategis yang menampilkan komitmen terhadap inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan industri yang inklusif,” ujar AGK di Jakarta, Kamis(22/1/2026).

Baca Juga : Menperin AGK Tegaskan Reformasi Kebijakan Berkelanjutan Solusi Atasi Berbagai Tantangan IKM

Sebagai Partner Country, Indonesia akan menampilkan produk manufaktur unggulan, potensi investasi, serta peluang kemitraan di berbagai sektor prioritas, sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dan inovasi di kawasan. Kehadiran Indonesia juga diarahkan untuk memperluas akses pasar nontradisional, khususnya ke Rusia dan negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS).

“INNOPROM menjadi platform strategis untuk memperluas akses pasar dan memperdalam kerja sama industri Indonesia dengan mitra internasional, khususnya Rusia dan kawasan Eurasia. Melalui forum ini, Indonesia dapat memperkenalkan kapabilitas industrinya sekaligus membuka peluang investasi dan kemitraan yang saling menguntungkan,” jelas AGK.

Advertisement

INNOPROM merupakan pameran industri internasional yang menjadi etalase inovasi, teknologi, dan kerja sama industri global, serta mempertemukan pelaku industri, investor, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Sejak digelar pertama kali pada 2010, INNOPROM dikenal sebagai pameran industri terbesar di kawasan Asia Tengah dan Eurasia, dengan melibatkan hampir 1.000 exhibitor dan menempati area seluas 50.000 meter persegi.

Baca Juga : Menperin AGK: IKM Fesyen dan Kriya Memiliki Potensi Besar Menjadi Penggerak Ekonomi Berkelanjutan Berbasis Budaya

Hubungan kerja sama industri antara Indonesia dan Federasi Rusia selama ini telah terjalin kuat dan mencakup berbagai sektor strategis. Kerja sama tersebut meliputi industri pupuk, farmasi dan alat kesehatan, metalurgi, galangan kapal, industri krisotil, serta pengembangan industri halal. Fondasi kerja sama ini menjadi modal penting bagi Indonesia dalam memaksimalkan peran sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026.

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju INNOPROM 2026, Kementerian Perindustrian dengan dukungan KBRI Moskow telah menyelenggarakan Indonesia–Russia Business Matching: Road to INNOPROM 2026 di Moskow. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk mempercepat penyelesaian sejumlah nota kesepahaman strategis di bidang industri serta menyelaraskan agenda kerja sama antara pelaku industri Indonesia dan mitra Rusia.

Baca Juga : Indonesia Semiconductor Summit 2026: Menperin AGK Jadi Keynote Speaker, Perkuat Industri Semikonduktor

Dalam kerangka penguatan kerja sama bilateral, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia juga telah menyepakati sejumlah nota kesepahaman di sektor industri strategis, antara lain kerja sama di bidang galangan kapal dan penelitian ilmiah terkait keamanan penggunaan krisotil, serta kerja sama industri lainnya yang masih dalam tahap finalisasi. Kesepakatan ini mencerminkan komitmen kedua negara dalam mendorong kolaborasi industri berbasis nilai tambah dan transfer teknologi.

Dukungan terhadap partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 juga datang dari Pemerintah Rusia melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia serta penyelenggara INNOPROM, Formika Event, yang menyatakan komitmen untuk memperkuat kerja sama industri yang saling menguntungkan, termasuk di bidang teknologi, energi, transportasi, dan digitalisasi industri.

Advertisement

Melalui INNOPROM 2026, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara industri yang tidak hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga mengedepankan nilai tambah, inovasi, dan solusi industri berkelanjutan untuk pasar global. ***

Lanjutkan Membaca