Connect with us

Nasional

Melestarikan Budaya, Pemkab Buleleng Gelar Enam Lomba Semarakan Bulan Bahasa Bali ke-8 Tahun 2026

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Melestarikan Budaya, Pemkab Buleleng Gelar Enam Lomba Semarakan Bulan Bahasa Bali ke-8 Tahun 2026

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, sambut Bulan Bahasa Bali ke-8 tahun 2026 digelar 6 kategori lomba menarik dengan total hadiah Rp40 juta

FAKTUAL INDONESIA: Enam kategori lomba menarik mulai dari Nyurat Lontar hingga Debat Mebasa Bali  dengan memperebutkan total hadiah Rp40 juta menyemarakan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ke-8 Tahun 2026 di Kabupaten Buleleng.  Adapun enam kategori lomba yang akan mewarnai Bulan Bahasa Bali 2026 di Buleleng meliputi Lomba Nyurat Aksara Bali, Lomba Nyurat Lontar, Lomba Debat Mebasa Bali, Lomba Ngwacen Lontar, Lomba Masatua Krama istri (Pakis) dan Lomba Pidarta Mabasa Bali yang diikuti oleh prajuru adat.

Baca Juga : Wamenpar Ni Luh, Festival Tabut Berhasil Melestarikan Budaya Bengkulu dan Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat Lokal

Dengan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ke-8 Tahun 2026 ini  Pemerintah Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya melalui pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ke-8 Tahun 2026. Mengusung tema “Atma Kerthi- Udiana Purnaning Jiwa”, acara ini bertujuan agar generasi muda tidak hanya sekadar bisa berbahasa Bali, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur adat dan tradisi.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, Nyoman Wisandika, menegaskan bahwa momentum ini adalah langkah krusial untuk memperkuat bahasa, aksara, dan sastra Bali di tengah arus modernisasi.

Menurut Wisandika, Bulan Bahasa Bali Tahun 2026 mengusung tema “Atma Kerthi- Udiana Purnaning Jiwa”, yang dimaknai sebagai Bulan Bahasa Bali sebagai altar pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali, sekaligus taman untuk membangun jiwa yang maha sempurna.

Baca Juga : Wamenpar Ni Luh Puspa Nilai Festival Seni Budaya Krisna-Saba di Bali Ruang Melestarikan Budaya dan Seni

“Harapan kami, generasi muda hingga prajuru adat terus berperan aktif. Lomba ini adalah sarana menumbuhkan sportivitas sekaligus memperkuat jati diri budaya Bali kita,” ujar Wisandika.

Advertisement

Melalui pelaksanaan Bulan Bahasa Bali ini, Wisandika berharap nilai-nilai luhur adat, tradisi, serta budaya Bali dapat terus ditanamkan sejak dini. “Harapan kami, generasi muda dari tingkat SD hingga SMA/SMK, termasuk prajuru adat, terus berperan aktif dalam melestarikan bahasa dan budaya Bali. Selain itu, lomba ini juga menjadi sarana menumbuhkan sportivitas dan memperkuat jati diri budaya kita,” tuturnya.

Menyinggung soal lomba, Wisandika menjelaskan, untuk lomba Bulan Bahasa Bali ke-8 Tahun 2026  di Kabupaten Buleleng akan dilaksanakan enam kategori lomba. Pesertanya berasal dari perwakilan masing-masing kecamatan, mulai dari siswa SD, SMP, SMA/SMK, hingga prajuru adat.

Baca Juga : Gempa Bumi M5,5 Guncang Timur Laut Pacitan Jatim, Dirasakan Meluas Hingga Bali, Tidak Berdampak Tsunami

Lomba tahun ini dirancang inklusif, melibatkan peserta mulai dari jenjang sekolah dasar hingga tokoh adat. Berikut adalah daftar lombanya:

  • Lomba Nyurat Aksara Bali (Tingkat SD)
  • Lomba Nyurat Lontar (Tingkat SMP)
  • Lomba Debat Mebasa Bali (Tingkat SMA/SMK)
  • Lomba Ngwacen Lontar (Tingkat Remaja)
  • Lomba Masatua Krama Istri (Pakis)
  • Lomba Pidarta Mabasa Bali (Khusus Prajuru Adat)

“Pesertanya berasal dari perwakilan masing-masing kecamatan. Kami ingin memastikan pelestarian ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Nyoman Wisandika di kantornya, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga : Raffi Ahmad Selamat, Helikopter yang Ditumpangi Nyaris Jatuh di Bali

Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng telah menyiapkan beberapa titik lokasi di lingkungan kantor mereka untuk menampung antusiasme peserta:

  • Pelataran Padmasane & Sakenem Disbud: Area utama lomba.
  • Ruang Baca UPTD: Khusus untuk Lomba Nyurat Aksara Bali.
  • Wantilan Sasana Budaya: Panggung utama bagi Lomba Pidarta Prajuru Adat.

Selain sebagai ajang pelestarian, para pemenang juga akan memperebutkan total hadiah senilai Rp40 juta. Wisandika menjelaskan bahwa jenis lomba tahun ini disesuaikan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali agar selaras dalam visi besar pelestarian budaya.

Wisandika menjelaskan, secara umum pelaksanaan lomba tahun ini hampir sama dengan tahun sebelumnya, hanya terdapat penyesuaian jenis lomba agar selaras dengan kebijakan di tingkat provinsi. “Kita mengikuti ketentuan yang berlaku di provinsi, sehingga ada sedikit penyesuaian dari lomba yang sebelumnya,” jelasnya. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement