Connect with us

Internasional

Tambang Longsor Dahsyat Tewaskan Lebih dari 200 Orang Hingga Jumat Malam, Termasuk Anak-anak dan Wanita

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Tambang Longsor Dahsyat Tewaskan Lebih dari 200 Orang Hingga Jumat Malam, Termasuk Anak-anak dan Wanita

Tambang tempat perburuan koltan runtuh dalam musim hujan sehingga mengakibatkan lebih dari 200 orang tewas hingga Jumat (30/1/2026) malam termasuk diantaranya anak-anak dan pedagang wanita

FAKTUAL INDONESIA: Insiden longsor yang dahsyat melanda tambang koltan sehingga mengakibatkan lebih dari 200 orang tewas termasuk anak-anak dan para pedagang wanita yang berada di lokasi saat bencana terjadi.

Tumbangnya tambang dipicu oleh hujan yang terjadi beberapa hari di daerah yang tanahnya termasuk rapuh.

Tambang yang runtuh terletak di Rubaya, Kongo Timur, Republik Demokratik Kongo yang dikuasai pemberontak. Penambangan artisanal sedang marak karena  terkait dengan rantai pasokan elektronik global.

Baca Juga : Longsor Desa Pasirlangu: Kemensos Kirim Bantuan Tambahan, Mensos Gus Ipul: Pendataan Korban Terus Dilakukan

Tambang Rubaya merupakan sumber global yang signifikan, menghasilkan sekitar 15% koltan dunia, mineral yang diolah menjadi tantalum. Tantalum adalah logam tahan panas yang sangat dibutuhkan untuk berbagai teknologi, termasuk telepon seluler, komputer, komponen kedirgantaraan, dan turbin gas. Penduduk setempat di lokasi tersebut dilaporkan menggali secara manual dengan upah beberapa dolar per hari.

Sejak 2024, tambang tersebut berada di bawah kendali kelompok pemberontak AFC/M23. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa AFC/M23 telah menjarah kekayaan Rubaya untuk membantu mendanai pemberontakannya, sebuah operasi yang diduga didukung oleh pemerintah Rwanda, negara tetangga, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Kigali.

Advertisement

Baca Juga : Jeje Govinda Terus Pantau Proses Evakuasi Korban Longsor di Cisarua, Bandung Barat

Seperti dikutip dari India Today, menurut pernyataan dari pihak berwenang setempat, longsor  menewaskan para penambang, anak-anak, dan pedagang.

Lubumba Kambere Muyisa, juru bicara gubernur provinsi tempat tambang itu berada yang ditunjuk oleh pemberontak, menginformasikan s pada hari Jumat bahwa lebih dari 200 orang menjadi korban tanah longsor tersebut.

Runtuhnya tanah terjadi pada hari Rabu dan jumlah korban pasti masih belum jelas hingga Jumat malam. Insiden yang terjadi pada hari Rabu itu menyebabkan tanah longsor saat para korban berada di dalam tambang.

Baca Juga : Dua Personel Polisi Gugur dalam Tugas saat Menuju Lokasi Longsor Cisarua

Muyisa menjelaskan bahwa mereka yang terdampak termasuk penambang, anak-anak, dan pedagang wanita. Meskipun beberapa orang berhasil diselamatkan dengan luka serius, sekitar 20 orang yang terluka saat ini sedang menerima perawatan di fasilitas kesehatan.

Juru bicara tersebut menghubungkan runtuhnya bangunan itu dengan kondisi tanah yang rapuh selama musim hujan yang sedang berlangsung. Seorang penasihat gubernur, yang berbicara secara anonim, kemudian menyatakan bahwa jumlah korban tewas yang dikonfirmasi setidaknya 227 orang. Jumlah korban yang tepat masih belum jelas hingga Jumat malam. ***

Advertisement

Lanjutkan Membaca
Advertisement