Ekonomi
Mendagri Dorong Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 untuk Gerakkan Ekonomi Lokal

Piala Dunia 2026 sudah bergulir sejak 11 Juni 2026 lalu. (Foto : istimewa)
FAKTUAL-INDONESIA : Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau pemerintah daerah di seluruh Indonesia memanfaatkan momentum FIFA World Cup 2026 dengan menggelar kegiatan nonton bareng (nobar). Pembukaan Piala Dunia telah dilakukan pada 11 Juni 2026 di Mexico.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar dunia itu dapat menjadi penggerak aktivitas ekonomi di berbagai daerah.
Tito menilai Piala Dunia selalu menghadirkan dampak ekonomi yang luas, mulai dari meningkatnya penjualan atribut sepak bola, jersey tim peserta, hingga bertumbuhnya sektor kuliner dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan keramaian selama pertandingan berlangsung.
“Piala Dunia selalu menghadirkan euforia besar di masyarakat. Ini bisa menjadi peluang untuk menggerakkan ekonomi daerah melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat,” ujar Tito usai menerima kunjungan Direktur Utama TVRI di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Mantan Kapolda Papua itu mengaku pernah menyaksikan secara langsung tingginya antusiasme masyarakat di kawasan Indonesia Timur saat perhelatan Piala Dunia berlangsung. Menurutnya, suasana perayaan dan dukungan terhadap tim-tim favorit mampu menciptakan perputaran ekonomi yang cukup signifikan.
Karena itu, Kemendagri berencana mengajak pemerintah daerah memperbanyak kegiatan nobar yang melibatkan masyarakat dan pelaku usaha lokal. Namun, pelaksanaan kegiatan tersebut tetap harus memperhatikan aspek keamanan dan ketertiban umum.
“Kami akan menyampaikan kepada seluruh daerah agar memanfaatkan momentum ini dengan menggelar nonton bareng yang dapat mendorong UMKM bergerak dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat, tentunya dengan tetap menjaga keamanan dan ketertiban,” katanya.
Selain mendorong kegiatan ekonomi, Tito juga mengapresiasi keberhasilan TVRI memperoleh hak siar Piala Dunia 2026. Ia menilai pencapaian tersebut menjadi kesempatan penting bagi lembaga penyiaran publik tersebut untuk memperkuat perannya sebagai media yang dapat menjangkau masyarakat luas.
Piala Dunia 2026 resmi bergulir sejak 11 Juni dan akan berlangsung hingga 19 Juli 2026. Ajang yang digelar di tiga negara tuan rumah itu diperkirakan menjadi salah satu perhelatan olahraga terbesar yang mampu menarik perhatian miliaran penonton di seluruh dunia, termasuk masyarakat Indonesia.***













