Ibu Kota
Seorang Pedagang di Pejaten Barat Tewas Tertimpa Turap Longsor

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan Sektor IX Pasar Minggu mengevakuasi korban yang tertimpa, Minggu, (7/11/2021). (Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan)
FAKTUAL-INDONESIA: Seorang pedagang tewas setelah tertimpa pagar turap dari bahan beton di pinggir Jalan Pejaten Raya dekat Universitas Nasional, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan longsor pada Minggu (7/11/2021) siang.
Kepala Sektor IX Pasar Minggu Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan, Moch. Arief mengatakan tembok yang roboh sekitar pukul 14.55 WIB itu juga mengakibatkan satu pedagang lainnya mengalami luka berat.
“Mereka sedang jualan hujan besar terus tanah di dalam pagar lebih tinggi daripada di jalan. Mungkin karena ada pengikisan di dalamnya makanya pagar rubuh ke arah jalan ketimpa” ujar Arief di Jakarta, Senin (8/11/2021).
Arief mengatakan, korban tewas bernama Jaeni (36), sementara satu korban lainnya, Lendra (38), mengalami luka-luka.
“Mereka tertimpa tembok sepanjang sekitar 10 meter dan tinggi dua meter,” ujar Arief dilansir antaranews.com.
Saat itu, lanjutnya, kedua korban sedang berdagang masker dengan menggunakan atap terpal, namun naas saat hujan deras, tembok di belakang para korban rubuh hingga menimpa keduanya.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan Sektor IX Pasar Minggu kemudian mengerahkan unit rescue beranggotakan 14 orang untuk mengevakuasi kedua korban tersebut.
Banjir
Sementara itu banjir melanda beberapa kawasan Jakarta, di antaranya kawasan permukiman warga Kampung Duku Rukun Tetangga (RT) 06 RW 02 Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Minggu (7/11/2021)
Ketua Rukun Tetangga 06 Ahmad Bari saat ditemui di lokasi, Minggu mengatakan genangan di wilayahnya tersebut terjadi sejak pukul 13.00 WIB lantaran hujan deras melanda Jakarta Selatan.
“Dari tadi jam 1 siang, hujan terlalu lebat kemudian drainase di sini juga agak tersumbat. Ketinggiannya bervariasi. Bahkan kalau yang di pinggir kali itu setengah leher, lebih 1,5 meter lah,” kata Ahmad.
Dia mengatakan sedikitnya 95 persen kepala keluarga (KK) dari total 100 KK di wilayahnya tersebut terdampak genangan.
“Kalau yang di RT hampir 95 persen kita kebanjiran. Mohon bantuannya kepada seluruh instansi terkait mengenai banjir ini bagaimana menanggulangi banjir ini,” ujar Ahmad.
Kendati demikian, dia mengatakan bahwa warga yang terdampak belum berencana mengungsi dan masih bertahan di lantai dua rumah masing-masing.
“Belum ada, karena umumnya di sini rumah warga lantai dua, jadi sementara di situ,” ungkap Ahmad.
Genangan banjir telah memasuki rumah warga, bahkan belasan motor di gang warga pun turut terendam. ***














