Connect with us

Lifestyle

Merdi Sihombing Tampilkan Koleksi Hasil Pengembangan Masyarakat 3 Tempat

Gungdewan

Diterbitkan

pada

Merdi Sihombing  kali ini menghadirkan kain-kain tenun dengan nuansa warna oranye, ungu, terakota dan warna hijau.

Merdi Sihombing kali ini menghadirkan kain-kain tenun dengan nuansa warna oranye, ungu, terakota dan warna hijau.

FAKTUAL-INDONESIA: Dalam pameran di Alun Alun Indonesia, Merdi Sihombing menampilkan koleksi terbaru hasil community development di tiga provinsi, Nusa Tenggara Timur, Kaliman Selatan dan Sumatera Selatan.

Pameran Merdi Sihombing yang akan berlangsung hingga 2 November 2021 menampilkan serangkaian koleksi kain tenun hasil pemberdayaan dua komunitas di Desa Ternate Umapura, Alor dan Dairi, Sumatera Utara.

Merdi Sihombing mengatakan koleksi yang kali ini digelar adalah hasil community development di tiga tempat.

“Tepatnya di Desa Ternate Umapura, Alor didukung oleh Progam CSR dari Pegadaian. Di sana kami memanfaatkan tumbuhan endemis setempat dan limbah dari biota laut untuk dijadikan pewarna alam,” ungkap Merdi Sihombing yang kali ini menghadirkan kain-kain tenun dengan nuansa warna oranye, ungu, terakota dan warna hijau.

Koleksi tenun lainnya berasal dari komunitas penenun di Dairi, Sumatera Utara yang mendapatkan pembinaan Dekranasda Dairi dan dukungan pendanaan dari Inalum.

“Kali ini kami juga memamerkan produk luxury home living yang terbuat dari tumbuhan purun yang tumbuh di lahan gambut. Kami, PT. Eco Fashion Indonesia, bekerja sama di dua propinsi, 2 kabupaten dan 6 desa di Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Sementara di Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, kami bekerja sama dengan Desa Pulau Geronggang dan Desa Cinta Jaya,” papar Merdi.

Advertisement

Selain bekerja dengan komunitas penganyam, Merdi menyatakan PT. Eco Fashion Indonesia yang dipimpinnya berhasil membangun jaringan pasok dengan bantuan dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove serta hibah dari Norwegia di bawah UNOPS.

“Kami melakukan penanaman purun sebanyak masing-masing 1 hektar di 5 desa. Selain itu dibangun pula rumah purun di Pulau Geronggang dan Pulau Asia baru. Para perajin juga kami perkenalkan teknik baru untuk membuat Purun dijadikan tambang dan teknik membelah purun yang dijadikan bahan produk Home Living,” tandas Merdi Sihombing menambahkan.

Proses pembuatan purun menurut Merdi menjadi lebih simple karena tidak perlu dijemur. Purun dapat dibelah dan dianyam saat masih dalam keadaan basah dibelah untuk dijadikan tikar atau tas dan dijadikan tambang.

“Kami memikirkan jangka panjang, agar para perajin purun – yang kini didominasi anak muda – mau terus berkarya. Untuk itu pula kami menjalin Kerjasama dengan UMKM-UMKM yang berada di Jogjakarta, Nias dan Batak. Kami yakin dengan cara ini harga jual purun dapat ditingkatkan.” tutup Merdi.

Ketua bidang promosi dan humas Dekranas, Nur Asia Uno saat membuka pameran mengatakan kegiatan pameran koleksi Merdi Sihombing yang menggandeng komunitas perempuan patut diapresiasi.

Advertisement

“Seperti yang Bang Sandiaga Uno sampaikan bahwa dengan berkolaborasi, berinovasi dan bergandengan tangan kita dapat bangkit bersama dalam masa sulit ini. Hal ini karena UMKM dan pelaku ekonomi kreatif saling berkaitan. Event yang mengkolaborasikan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM dapat memberitahukan potensi UMKM kepada masyarakat umum,” kata Nur Asia Uno dalam siaran pers pada Kamis. ***

= = = = = = = = =
‘HUBUNGI KAMI’
Apakah Anda tertarik dengan informasi yang diangkat dalam tulisan ini? Atau Anda memiliki informasi atau ide soal politik, ekonomi, hukum dan lainnya? Bagikan pengalaman dan pendapat Anda dengan mengirim email ke aagwared@gmail.com
Harap sertakan foto dan nomor kontak Anda untuk konfirmasi. ***
= = = = = = = = =

Lanjutkan Membaca
Klik Untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Advertisement