Home Lifestyle Sandiaga Uno Minta Kejadian Di Papua Jangan Terulang Saat PON 2024 Aceh

Sandiaga Uno Minta Kejadian Di Papua Jangan Terulang Saat PON 2024 Aceh

oleh Gungdewan
Menparekraf , Sandiaga Uno bersama Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman

Menparekraf , Sandiaga Uno bersama Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman

FAKTUAL-INDONESIA:  Usai workshop Kabupaten Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia di Banda Aceh, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menceritakan pengalamannya saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.

Menparekraf Sandiaga Uno mewanti-wanti agar Aceh menyiapkan diri sehingga kejadian di Papua jangan sampai terulang di Aceh.

Belajar dari Papua, Sandiaga Uno meminta para pelaku UMKM di Tanah Rencong itu mulai menyiapkan sektor produksi dan kemasan yang baik terhadap produk unggulannya dalam menghadapi PON mendatang, sehingga bisa membangkitkan ekonomi masyarakat Aceh.

Dalam kesempatan itu Sandiaga Uno menyatakan, Aceh akan menjadi tuan rumah PON 2024 bersama Sumatera Utara.

Untuk itu Sandiaga Uno berpesan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan peluang tersebut sebagai ladang untuk meningkatkan penjualan produk usahanya.

“Saya berpesan agar kita menyiapkan diri. Seperti waktu PON Papua kemarin, semua produk ekonomi kreatif sampai ke topi-topi habis, banyak yang enggak dapat, Papeda juga habis semua, dan ini jangan sampai terulang di sini,” katanya usai workshop Kabupaten Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia di Banda Aceh, Selasa.

Melalui KaTa Kreatif Indonesia, kata Sandiaga, seperti dipantau media, Menparekraf terus memberi pelatihan dan pendampingan terhadap pelaku UMKM, terutama bagi para pengrajin UMKM yang berada di tataran akar rumput yang memang menjadi lokomotif ekonomi di bumi Serambi Mekkah itu.

“Karena 97 persen lapangan kerja di Aceh disumbangkan oleh para UMKM ini. Dan kita berharap mudah-mudahan dengan kegiatan workshop KaTa kreatif ini akan semakin mendorong harapan kita di tengah pandemi, dan tantangan ekonomi, bahwa Aceh bisa segera bangkit,” katanya.

Apalagi, dia melanjutkan, kini pemerintah telah meluncurkan program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), dengan tujuan untuk melakukan digitalisasi 30 juta UMKM di Tanah Air hingga akhir 2023.

“Per Agustus 2021, sudah tercapai lebih dari 10 juta UMKM (masuk pasar digital). Jadi sudah sepertiga, kita masih ada waktu dua tahun lagi, kita harapkan 30 juta itu tercapai dan terjadi satu penguatan sektor UMKM ini,” katanya.

Sandiaga menyebutkan sudah ada UMKM Banda Aceh yang ikut Gernas BBI. Namun dia ingin lebih banyak lagi.

“Tadi sudah ada satu UMKM besutan pak wali kota (Banda Aceh) yang sudah ikut program Gernas BBI, saya ingin lebih banyak lagi. Karena ini adalah program bagi-bagi promo kepada para UMKM untuk bisa bangkit,” katanya.

Ditegaskan Sandiaga, Menparekraf akan mendukung sepenuhnya kegiatan-kegiatan yang menjurus kepada kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh. Sekaligus membuka peluang kerja sebesar-besarnya mengingat di tengah pandemi banyak sekali yang kehilangan pekerjaan.

“Kita akan dukung secara totalitas kebangkitan kepulihan dari pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Banda Aceh dan di Provinsi Aceh. Saya yakin ini akan menjadi semangat dan motivasi kita dalam mensejahterakan rakyat,” katanya. ***

= = = = = = = = =
‘HUBUNGI KAMI’
Apakah Anda tertarik dengan informasi yang diangkat dalam tulisan ini? Atau Anda memiliki informasi atau ide soal politik, ekonomi, hukum dan lainnya? Bagikan pengalaman dan pendapat Anda dengan mengirim email ke aagwared@gmail.com
Harap sertakan foto dan nomor kontak Anda untuk konfirmasi. ***
= = = = = = = = =

Tinggalkan Komentar