Ekonomi
MinyaKita “Bermasalah” Muncul Lagi di Pasar, Mentan Amran: Penjarakan Saja, Bikin Susah Negara!

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melakukan sidak di Pasar Kebayoran Lama menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap pihak-pihak yang mencoba memainkan harga, terutama di bulan suci Ramadan. (Kementan)
FAKTUAL INDONESIA: Temuan mengejutkan mewarnai inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, pada akhir pekan ini. Di tengah upaya pemerintah menjaga stok pangan Ramadan, “stok lama” minyak goreng rakyat MinyaKita yang bermasalah justru ditemukan masih beredar di pasaran.
Ternyata, produk tersebut bukanlah produksi baru, melainkan residu (sisa) dari kasus hukum lama yang perusahaannya sudah berstatus P.21 atau berkas perkaranya sudah lengkap.
Baca Juga : Indonesia Economic Outlook 2026: Mentan Amran Ungkap Resep “Babat Habis” 500 Regulasi Demi Swasembada Pangan
Mentan Amran menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik karena ini bukan indikasi adanya kecurangan baru secara massal, melainkan sisa-sisa barang dari perusahaan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
“Produk ini perusahaannya sudah P.21, ini barang lama. Sudah ditindak jadi ini sudah tersangka ya, jadi yang beredar ini adalah residunya,” tegas Amran dengan nada bicara yang lugas saat sidak, Jumat (20/2/2026).
Meski berstatus “barang lama”, Mentan tidak mau ambil risiko. Ia langsung menginstruksikan Satgas Pangan untuk menyisir habis jalur distribusi hingga ke akar-akarnya agar produk yang tidak sesuai ketentuan ini benar-benar hilang dari pasar.
Baca Juga : Terima Kunjungan Gubernur Mualem, Mentan Amran Sampaikan akan Perbaiki Pertanian Aceh yang Rusak Mulai Januari
Tidak Ada Ampun bagi Pemain Baru
Sambil memantau tumpukan barang di pasar, Mentan Amran memberikan peringatan keras kepada siapa pun yang mencoba memanfaatkan momen Ramadan untuk mengedarkan produk bermasalah atau memainkan stok.
“Kalau ada lagi barang baru masuk seperti ini lagi, kita tindak lagi, tersangka lagi ya. Udahlah kita penjarakan aja ini orang, bikin susah negara,” ujar Amran dengan tegas.
Baca Juga : Membela Rakyat dan Melaksanakan Amanat Presiden, Mentan Amran Tidak Gentar Hadapi Intimidasi Mafia Beras
Stok Nasional Aman
Pemerintah memastikan bahwa dari sisi produksi, stok minyak goreng nasional sangat mencukupi sesuai arahan Presiden. Sawit sebagai komoditas strategis tetap menjadi tulang punggung swasembada pangan dan energi kita.
Namun, masalah seringkali muncul di sektor hilir atau jalur distribusi. Oleh karena itu, selama bulan Ramadan ini, pengawasan akan dilakukan berlapis:
- Sinergi Ketat: Melibatkan Kementan, Badan Pangan Nasional, hingga aparat penegak hukum.
- Fokus Kualitas & Harga: Memastikan MinyaKita yang sampai ke tangan warga benar-benar berkualitas dan harganya sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi).
Melalui sinergi Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan, dan aparat penegak hukum, pemerintah berkomitmen membersihkan pasar dari residu kasus lama sekaligus mencegah munculnya pelanggaran baru. Langkah tegas ini diambil agar minyak goreng rakyat benar-benar hadir sesuai ketentuan, terjangkau, berkualitas, dan tersedia bagi seluruh masyarakat. ***














